Iklan 8

Sabtu, 11 Juli 2020

WARTA SELEB: Raffi Ahmad Ditawari Menjadi Wakil Wali Kota Oleh Putri Wapres Ma'ruf Amin

Raffi Ahmad ditawari menjadi wakil wali kota oleh putri Wapres Ma'ruf Amin./tribunwow.com/ist.

JAKARATA, News-warta.blogsot.com.-  Presenter Raffi Ahmad kedatangan tamu spesial yang ternyata adalah putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

Siti Azizah Ma'ruf, datang ke rumah Raffi bersama suaminya, M. Rapsel Ali.

Ternyata, selain untuk menjalin silaturahmi, kedatangan Siti tersebut untuk mengajak Raffi menjadi wakilnya dalam perhelatan pemilihan wali kota Tangerang Selatan tahun 2020.

Diketahui, Siti akan maju menjadi calon wali kota Tangerang Selatan pada pemilihan kepala daerah yang rencananya akan digelar bulan Desember 2020.

Peristiwa tersebut direkam dalam tayangan yang diunggah di akun YouTube keluarga Raffi, Rans Entertainment, Sabtu (11/7).

Raffi yang kegirangan didatangi sosok tokoh politik di rumahnya langsung menyambut Siti dan Rapsel. Ia terlihat akrab dengan suami Siti yang ternyata sudah dikenalnya sejak lama.

"Waduh ini satu kehormatan nih, ibu bisa datang ke rumah. Seadanya aja ibu ya," kata Raffi merendah, seperti dilansir Tribunwow.com.

"Iya, seadanya aja gini," balas Siti memuji.

"Nggaklah bu," ujar Raffi.

"Ini satu kehormatan buat kita. Jadi ini silaturahmi karena kan kalau temen-temen ini subscribernya Rans ini udah pada tahu kalo digambar-gambar udah banyak wajahnya ibu."

"Kita doakan menjadi wali kota Tangerang Selatan, Isyaallah lancar," lanjutnya.

Siti kemudian langsung menyatakan maksudnya mendatangi rumah Raffi dan istrinya Nagita tersebut.

Selain untuk menengok pasangan itu dan putra mereka, Siti ternyata ingin mengajak Raffi untuk menjadi wakilnya saat maju pada Pilkada 2020.

"Mau nengok Raffi, negok Nagita, negok Rafathar," ujar Siti.

"Sekalian mau nawarin Raffi, mau ndak jadi wakil saya?," tanyanya yang langsung disambut seruan Raffi dan Nagita dengan antusias.

Mendengar hal tersebut Raffi langsung tertawa sementara Nagita memegang kepalanya sambil membalikkan tubuh.

"Bolehlah saya nanti diajarin sama ibu," jawab raffi.

Ia kemudian mempersilakan Siti dan suaminya untuk duduk bersama di ruang makan rumahnya.

Sementara itu, Nagita dan asisten rumah tangganya mempersiapkan santapan untuk makan bersama dengan para tamunya tersebut.

"Bro, ini di rumah digangguin terus sama bunda. Bilang, 'Yang nanti kan aku punya potensi jadi pemimpin'," kata Rapsel memulai pembicaraan yang langsung dipotong Raffi.

"Wuah, tapi aku tuh," sambar Raffi yang salah tingkah tak mampu berkata-kata.

"Kapan lagi kan?," balas Siti membujuk.

"Tapi apakah aku sudah siap atau belum, kan aku perlu banyak belajar juga ibu," lanjutnya kemudian.

Siti membesarkan hati Raffi dan mengatakan bahwa ia bisa saja belajar menjadi pemimpin daerah.

"Kalau belajar sama yang di sebelah," kata Siti sambil menunjuk suaminya.

"Negarawan kita nih, Pak Rapsel," ucap Raffi menyetujui.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya telah lama mengenal menantu Wapres Ma'ruf Amin tersebut.

"Ini kan kalo aku berkawan sama Pak Rapsel udah lama banget. Udah 10 tahun kali bro. Lebih 10 tahun kita naik motor bareng-bareng," tutur Raffi.

"Sekarang pak Rapsel ini sudah menjadi anggota dewan. Waktu itu di Makassar ya bro ya?," tanyanya yang dibalas anggukan Rapsel.

Siti kembali membujuk Raffi agar bersedia mendampinginya menjadi wakil dengan menyinggung artis lain yang sudah berhasil menjadi kepala daerah.

"Kan sekarang banyak artis, mau jadi Bupati, Gubernur, iya kan?," tanya Siti meyakinkan.

"Nah, sekarang Raffi. Nggak usah jauh-jauh kan tetangga," lanjutnya. (@fen) **


WARTA CORONA: Temuan Corona di Klaster Secapa AD Diawali Ketidaksengajaan



KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (ketiga kiri) didampingi istri Diah Erwiany (kedua kiri) tiba untuk mengikuti pelepasan jenazah Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Minggu (10/5/2020)./antara/m risyal hidayat.

BANDUNG, WARNA-warni-Warta.blogspot.com.- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjelaskan ihwal kasus penularan virus corona (Covid-19) yang terjadi di lingkungan Kompleks Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Andika mengatakan mulanya ada dua prajurit siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Kedua prajurit itu mengaku mengalami gejala sakit bisul disertai demam. Sedangkan, satu prajurit lainnya masalah tulang belakang.

"Tepatnya dua minggu lalu, saya mendapat laporan dari Komandan Secapa AD. Diawali ketidaksengajaan dua siswa berobat ke RS Dustira," ucap Andika di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Sabtu (11/7), seperti dilansir CNN Indonesia.

Keduanya, lanjut Andika, lantas menjalani pemeriksaan tim medis di RS Dustira dengan metode swab sebagai prosedur otoritas layananan kesehatan. Ternyata, hasil kedua siswa itu positif terjangkit corona.

Tim medis lalu melapor kepada Markas Besar TNI AD di Jakarta. Pimpinan di Jakarta kemudian mengirim 1.400 alat rapid tes. Menurut Andika, jumlah alat rapid tes sebanyak itu untuk memeriksa 1.198 prajurit siswa dan 200-an pelatih serta staf.

"Awalnya ada 187 orang yang hasil rapid test-nya reaktif sehingga dicurigai terinfeksi Covid-19. Dari situ saya kirim VTM (alat tes PCR) ke Kakesdam kemudian dilakukan swab dari situ kemudian jumlahnya bertambah terus hingga 1.280 orang," ujar Andika.

Andika merinci sebanyak 991 prajurit siswa terjangkit virus corona, sedangkan sisanya 289 orang merupakan staf anggota Secapa dan keluarganya. Sebagian besar dari mereka yang positif itu melakukan karantina mandiri, dan hanya 17 orang yang dirawat di rumah sakit.

Dari 17, satu negatif dan 16 masih positif tapi semua tidak merasakan gejala apa pun.
"Satu negatif masih di sana karena masalah TBC paru-paru," tutur Andika.

Andika kemudian mengunjungi Secapa TNI AD siang tadi (kemarin, red). Dalam kesempatan itu, dia menanyakan secara acak siswa yang positif dengan penerapan protokol kesehatan.

"Di Secapa, saya tanya satu per satu ambil tiga orang tidak ada pengkondisian. Saya tanya apa yang dirasakan dan mereka bilang yang dirasakan sama sekali tidak ada (gejala)," ucap Andika.

KSAD juga menjelaskan bahwa sejak Selasa (7/7) sudah dilakukan swab tahap kedua. Dari tes swab kedua, hasilnya ada 14 yang dinyatakan negatif. Sedangkan, 296 masih menunggu hasil lab.

"Sekarang, siswa maupun staf Secapa yang tadinya 1.280 itu sudah berkurang (karena hasil negatif Covid-19). Dari siswa kurang 17 dari staf kurang 12," ucapnya.

Andika menambahkan, siswa dan staf yang sudah negatif kini berada di tempat terpisah di Secapa AD.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung, kini telah dilakukan karantina wilayah. Institusi pendidikan negara itu menjadi klaster penularan baru terkait Covid-19 di wilayah Jabar.

"Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni, yaitu klaster di Secapa TNI AD. Total, di sini (positif) 1.262 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (@fen) **

WARTA CRIME: "Si Kuya" Tak Berdaya Diringkus Aparat Polsek Pasirjambu

"Si Kuya" (kanan) pelaku pengeroyokan./visi.news/apih igun.

BANDUNG, WARNA-warni-Warta.blogspot.com.- AR alias "Si Kuya" salah seorang  pelaku pengeroyokan terhadap jukir (juru parkir) yang sudah buron selama dua bulan tak berdaya ketika berhasil diringkus aparat. 

Si Kuya (31), merupakan penduduk Kp. Ciputih, Desa Soreang, Kec. Soreang, Kab. Bandung, Jawa Barat yang terindentifikasi sebagai anggota kelompok bermotor. 

Dia merupakan salah seorang dari empat pelaku pengeroyokan terhadap korban SS, salah seorang jukir di salah satu  pasar swalayan di Desa Tenjolaya, Kec.  Pasirjambu.

"Alhamdulillah, berkat laporan masyarakat, dini hari tadi sekitar pukul 01.30, kita berhasil menangkap AR alias Si Kuya,  seorang pelaku pengeroyokan yang selama ini kita cari ," terang Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan melalui Kapolsek Pasirjambu AKP Asep Dedi, Sabtu (11/07), seperti dilansir VISI.NEWS.

Dikatakan Asep, kejadiannya pada tanggal 9 Mei 2020 saat bulan puasa. Pelaku bersama tiga rekannya melakukan pengeroyokan yang membuat korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan botol minuman.

Mendapat laporan adanya kejadian itu, petugas pun langsung bergerak mendatangi TKP dan mencari para pelaku, termasuk menginformasikan ciri-cirinya kepada masyarakat. 

"Sebelumnya kita sudah tangkap satu orang, kemudian sekarang satu lagi. Dua masih buron, tapi kita sudah petakan tempat biasa mereka nongkrong. Kami imbau sebelum kami tangkap,  keduanya agar menyerahkan diri saja," imbaunya.

Pelaku  saat ini masih terus diinterogasi petugas di Mapolsek Pasirjambu Kab Bandung. Ancaman penjara antara 7 hingga 12 tahun menanti, jika terbukti melanggar pasal 170 KUH Pidana.

Pada bagian lain Asep mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk melaporkan pelaku tindak kriminal.

"Sinergitas antara masyarakat dan jajaran kepolisian, sekali lagi terbukti ampuh dalam mengungkap sebuah kasus. Buat masyarakat, 'hatur nuhun' kami sampaikan, semoga kita senantiasa bersinergi," pungkas Asep Dedi. (@fen) **


CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...