Iklan 8

Senin, 24 Agustus 2020

Cerita dari India: Karena Corona, Pekerja Seks Cari Profesi Baru (2/habis)

"KAMI juga mendesinfeksi ruangan sebelum dan sesudah digunakan oleh pelanggan,” kata Kajol Bose, seorang pekerja seks dan sektretaris DMSC.

“Sejumlah pekerja seks yang berkelas tinggi bisa menghasilkan uang lewat telepon atau internet.Tapi ini bukan opsi buat kami semua,” katanya lagi.

Direktur LSM Prerana, Priti Patkar, mengatakan bisnis telepon seks tidak terjangkau buat banyak pekerja seks.

“Ini cuma opsi buat mereka yang biasa melayani klien berpenghasilan menengah atau tinggi,” kata dia.

“Tapi pekerja seks berupah rendah seringkali tidak memiliki kemampuan, ruang atau koneksi untuk melakukannya.” 

Sumber pemasukan alternatif 

Patkar mengatakan, sejumlah pelacur berhasil mencari uang di luar profesinya.
LSM Prerana mengklaim berhasil menghimpun dana pinjaman bagi perempuan untuk membuka bisnis kecil-kecilan, seperti warung bahan makanan atau kedai teh.

Para perempuan yang bergabung dalam DMSC juga mendapat kerja membuat masker atau produk disinfektan yang digunakan oleh komunitasnya sendiri.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami juga akan mulai memproduksi baju pelindung PPE.
Ketika kami meningkatkan kapasitas produksi, kami ingin menjual barang-barang ini di masa depan,” ujar penasehat DSMC, Jana.

Namun begitu selama pandemi, kebanyakan tetap tidak mampu menemukan mata pencaharian baru.

“Beberapa juga menghadapi penganiayaan dan kekerasan dari mucikari masing-masing,” kata Patkar.

Ketika sebagian besar buruh migran pulang ke kampung halaman saat lockdown diberlakukan, kebanyakan pekerja seks memilih bertahan di kota besar.

“Kembali ke desa? Itu sama sekali bukan pilihan buat saya. Saya tidak diinginkan di sana,” kata Mira, seorang pekerja seks di kawasan Kamathipura, Mumbai. (@fen/sumber: dw) **

CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...