Iklan 8

Kamis, 16 Juli 2020

WARTA BOLA: Terlibat Sepak Bola Gajah, 11 Pemain Vietnam Disanksi FIFA

Timnas U-22 Vietnam mendapatkan medali emas SEA Games 2019./footyvietnam/ist.

NEWS-warta.blogspot.com.- Di tengah gemilangnya sepak bola Vietnam harus terancam tercoreng karena adanya skandal sepak bola gajah atau pengaturan skor.

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) telah menjatuhkan sanksi untuk 11 pemain Dong Thap U-21 dalam skala nasional.

Ke-11 pemain tersebut adalah Huynh Van Tien, Nguyen Nhat Truong, Nguyen Anh Phat, Vo Minh Trong, Le Nhut Huy, Giang So Ny, Tran Huu Nghia, Cao Tan Hoai, Duong Vu Linh, Kha Tan Tai dan Tran Cong Minh

Mereka kedapatan bertaruh pada hasil akhir pertandingan saat timnya melawan Viunh Long tahun lalu.

Kali ini mereka mendapat hukuman lebih dari Federasi Sepa Bola Dunia (FIFA).

Melansir BolaSport.com dari Zingnews, FIFA baru saja memutuskan untuk memperluas cakupan disiplin hingga seluruh dunia.

Salah satu pemain bernama Huynh Van Tien mendapat hukuman paling parah lantaran menjadi dalang utamanya.

Pemain berusia 21 tahun itu dihukum larang aktif bermain di sepak bola nasional dan dunia selama 5 tahun mulai dari 11 Mei 2020 hingga 11 Mei 2025.

Selain itu Huynh Van Tien juga harus membayar denda sebesar 5 juta Vietnam Dong.

Sementara itu 10 pemain juga diperbesar cakupan larangan bermain hingga global, namun hanya selama 6 bulan dan didenda 2,5 juta Vietnam Dong.

Keputusan itu dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal VFF, Le Hoai Anh pada 16 Juli 2020 pagi.

"Kami telah menerima pemberitahuan dari FIFA. Keputusan FIFA adalah untuk meningkatkan cakupan disiplin kepada dunia setelah larangan itu. Disiplin VFF hanya melarang turnamen yang dikelola dan diselenggarakan oleh VFF " kata Le Hoai Anh dikutip BolaSport dari Zing.

Kegaduhan ini secara turut berdampak pada keberlangsungan timnas U-19 Vietnam. Sebab diantara 11 pemain yang terlibat terdapat 2 pemain Timnas U-19 Vietnam.

Keduanya adalah Tran Cong Minh dan Vo Minh Trong yang pernah tergabung dalam skuad Timnas U-19 Vietnam dalam ajang Kualifikasi Piasa Asia 2020 pada tahun lalu. (@fen) **

 

Rabu, 15 Juli 2020

WARTA TEKNO: Oppo Resmikan Teknologi "125W Fast Charge", Isi Baterai Penuh dalam 20 Menit



Ilustrasi Oppo 125W flash charge./kompas.com/ist.

News-warta.blogspot.com.- Oppo memperkenalkan teknologi pengisian cepat (fast charging) teranyarnya secara global, Rabu (15/7). Alih-alih mengusung nama "Super VOOC" seperti selama ini, teknologi teranyar tersebut kini diberi nama "125W flash charge".

Teknologi 125W flash charge diklaim mampu mengisi daya baterai ponsel berkapasitas 4.000 mAh dari 0 hingga 41 persen dalam 5 menit. Sementara pengisian ulang penuh (100 persen) diklaim hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Pengisian daya secepat itu pun diklaim aman oleh Oppo. Chief Charging Technology Scientist Oppo, Jeff Zhang, menjelaskan bahwa dalam kondisi baterai penuh, suhu ponsel tak akan mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Menarikya, apabila perangkat diisi dayanya dalam ruangan dengan temperatur yang ideal (tidak disebutkan berapa), maka teknologi 125 flash charge ini disebut mampu mengisi daya ponsel dengan penuh hanya dalam waktu tak kurang dari 15 menit.

"Ketika temperatur ruangan ideal, teknologi 125flash charge bisa mengisi penuh daya sebuah ponsel dalam hanya waktu 13 menit saja," klaim Jeff dalam acara peluncuran yang digelar Oppo secara online, Rabu (15/7), seperti dilansir KOMPAS.com.

Adapun perangkat yang dibekali teknologi demikian juga bakal mengadopsi baterai anyar dengan sebutan "Multiple-tab Double 6C Cell".

Baterai ini dibekali dengan tiga pipa daya pengisian, memungkinkan daya yang dihantarkan dari adapter 125W flash charge tadi, dibagi secara paralel demi menghindari energi panas berlebih.

Untuk melindungi baterai dan smartphone lebih lanjut, Oppo juga menyematkan 10 sensor temperatur tambahan pada ponsel untuk mendeteksi anomali kenaikan suhu.

Belum diketahui kapan teknologi ini bakal disematkan ke smartphone Oppo. Namun, Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, sesumbar bahwa 125W flash chargekemungkinan bakal disematkan di ponsel flagshipOppo.

"125W flash charge ini merupakan teknologi paling atas, dan juga kemungkinan ada di seri teratas Oppo seperti Find X series selanjutnya," ujar Aryo dalam sesi terpisah.

Bersamaan dengan teknologi 125W flash charge, Oppo juga memperkenalkan teknologi AirVOOC 65W, adapter charger mini SuperVOOC 50W, serta 110W mini flash charger.

Seperti namanya, AirVOOC 65W merupakan teknologi pengisian daya secara nirkabel besutan Oppo, yang diklaim mampu mengisi baterai 4.000 mAh dalam waktu 30 menit.

Untuk meningkatkan efisiensi pengisian daya, AirVOOC 65W dibekali dengan komponen parallel dual coils. Ada pula active semiconductor coolingyang disebut mampu menjaga suhu ponsel tetap di bawah 40 derajat Celcius, ketika sedang diisi dayanya.

Adapun mini SuperVOOC 50W dan 110W miniflash charger sendiri merupakan adapter teranyar yang bertujuan untuk memperkaya ekosistem pengisian cepat Oppo.

Seperti namanya, kedua charger tersebut mengusung desain ringkas dan mudah dibawa-bawa, lantaran bobotnya juga ringan (hanya 60 gram untuk Oppo 50W mini SuperVOOC charger). (@fen) **


WARTA CRIME: Polisi Siap Tangkap Mucikari Hana Hanifah

Hana Hanifah./instagram/@hanaaaast.

JAKARTA, News-warta.blogspot.com.- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyatakan siap membantu Polrestabes Medan, Sumatra Utara, memburu tersangka J dalam kasus prostitusi yang melibatkan artis FTV Hana Hanifah. Sebab, terduga mucikari yang berprofesi sebagai fotografer itu disebut-sebut berada di Jakarta.

"Enggak masalah kita, kan satu kesatuan dengan Polda Sumut. Kalau memang ini, enggak ada masalah kita pasti back up," kata Tubagus saat dikonfirmasi, Rabu (15/7), seperti dilansir Suara.com .

Polrestabes Medan sebelumnya menyatakan masih memburu J selaku terduga mucikari yang menawarkan Hana Hanifah dengan harga Rp 20 juta kepada A seorang pengusaha asal Kota Medan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hana Hanifah pun mengakui bahwa dirinya kerap bertemu dengan J di kawasan Senayan, Jakarta.

"Kasus ini akan terus kita dalami. Untuk tersangka J akan kita kejar ke Jakarta," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko, Selasa (14/7).

Dalam kasus ini polisi sendiri telah memulangkan Hana Hanifah ke Jakarta usai diperiksa dengan setatus sebagai saksi. Artis FTV itu tidak ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan lantaran polisi berdalih bahwa Hana Hanifah hanyalah korban dalam kasus perdagangan manusia.

"HH ini diiming-imingi uang oleh tersangka J untuk melayani A di Kota Medan. Sehingga kita anggap dia sebagai korban," kata Riko.

Kendati begitu, Riko mengemukakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menetapkan Hana Hanifah sebagai tersangka. Penetapan status tersangka itu bisa terjadi jika Hana Hanifah terbukti menerima uang dari hasil prostitusi online.

Sebab hingga kini baru diketahui bahwa Hana Hanifah telah menerima uang yang ditransfer dari tersangka J sebesar Rp 20 juta. Selain itu, J juga menghubungkan Hana Hanifah kepada tersangka R yang turut menjanjikan sejumlah uang dan menjamin kebutuhan hidup selama Hana Hanifah berada di Kota Medan.

"Kita sedang telusuri siapa pengirim uang kepada HH. Jika terbukti bahwa uang tersebut terkait dugaan prostitusi, kemungkinan HH bisa jadi tersangka," ujar Riko. (@fen) **

Senin, 13 Juli 2020

WARTA CORONA: Ini di Jabar, Tak Pakai Masker Kena Denda Sampai Rp 150 Ribu!



Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil./detikcom/ist.

BANDUNG, News-warta.blogspot.com.- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi masyarakat yang tak menggunakan masker. Denda senilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu akan diberlakukan mulai 27 Juli 2020 mendatang

"Kami akan melakukan pendisiplinan. Proses edukasi, teguran sudah dilakukan. Tahap ketiga disiplin dengan denda. Dari (Rp) 100 -150 ribu kepada mereka yang tidak menggunakan masker di tempat umum," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai melakukan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (13/7), seperti dilansir detik.com.

Kang Emil menuturkan denda diberlakukan bagi masyarakat yang tak menggunakan masker di tempat umum. Sementara di tempat pribadi, tak ada kewajiban.

"Kalau di ruang pribadi itu pilihan, di rumah tidak wajib. Mau pake silahkan untuk kewaspadaan. Kalau dia sedang pidato seperti saya tidak harus (pakai masker) , olahraga kardio tinggi, lari kencang, sepeda kencang, diizinkan (tidak menggunakan masker), sedang makan dibolehkan. Di luar itu ada denda," kata Kang Emil.

Pemberlakuan denda ini akan dilakukan selama 14 hari dan dimulai pada 27 Juli 2020. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Proses ini akan dilakukan selama 14 hari dimulai pada 27 Juli. Pemberlakuan dendanya akan dimulai. Sebelum itu akan ada finalisasi sosialisasi. Mudah-mudahan tidak ada yang banyak yang kena denda," tuturnya.

Kang Emil mengatakan pemberlakuan denda ini dilakukan mengingat dari pengamatan dan laporan, masih banyak yang tidak menggunakan masker di lapangan.

"Ini hasil monitor dan laporan dari Kapolda, banyak orang yang cuek tidak menggunakan masker," katanya.

Selain membayar denda, sambung Emil, ada pilihan lain dalam penggunaan sanksi yakni kurungan atau kerja sosial.

"Kalau tidak bisa membayar denda, pilihannya opsinya kurungan atau kerja sosial yang finalisasinya sedang disiapkan pak Kajati," katanya. (@fen) **

WARTA CRIME: Misteri Kematian Editor Metro TV: Luka Tusuk di Leher-Dada

Ilustrasi./steven depolo./ist

JAKARTA, News-warta.blogspot.com.- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan luka tusukan di leher menjadi penyebab utama  kematian video editor Metro TV, Yodi Prabowo.

"Hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati penyebab utamanya tusukan di leher," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (13/7), seperti dilansir CNN Indonesia.

Yusri menuturkan dari hasil autopsi ditemukan dua luka tusuk di tubuh korban. Luka tusuk di leher, kata Yusri, menyebabkan luka robek. Sedangkan luka tusuk di dada, disebut mengenai iga dan menembus paru-paru korban.

Dugaan sementara, kata Yusri, alat yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk Yodi adalah pisau dapur. Sebab, di lokasi kejadian ditemukan sebilah pisau dapur.

"Ada pisau dapur di situ, ini indikasi sementara pisau dapur digunakan untuk menusuk korban, ini dugaan sementara," ujarnya.

Yusri menerangkan sampai saat ini polisi telah memeriksa 23 saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

"23 saksi tersebut adalah orang-orang terdekat dan orang-orang yang memang dianggap perlu oleh penyidik untuk diambil keterangannya, termasuk orang kantornya," tuturnya.

Pada Jumat (10/7) lalu, video editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami, Jakarta Selatan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari Jumat (10/7), ketika anak-anak yang sedang bermain layangan di pinggir tol menemukan jasad tergeletak. Mereka lalu melaporkan kepada warga lain, yang lalu menghubungi polisi.

Sebelumnya, tak jauh dari lokasi ditemukan mayat, pada Rabu (8/7) warga menemukan sepeda motor matik warna putih yang terparkir dengan mesin sudah dingin. Motor itu kemudian dilaporkan, dan diamankan polisi.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengusut penyebab kematian video editor Metro TV Yodi Prabowo. Bahkan, kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak dari unit K9 untuk membantu pelacakan. (@fen) **


Minggu, 12 Juli 2020

WARTA SELEB: Artis FTV Ditangkap Polisi, Diduga Terkait Prostitusi Online


HH (23), artis FTV ditangkap polisi di Medan, Senin (13/) dini hari WIB./istimewa/via suara.com.

MEDAN, Newswarta.blogspot.com.- Seorang wanita yang disebut-sebut sebagai artis FTV berinisial HH ditangkap polisi dari sebuah hotel di Kota Medan pada Senin (13/7) dini hari.

Publik figur bertubuh mungil itu diamankan personel Satreskrim dan Intelkam Polrestabes Medan. Ia diamankan polisi dari sebuah kamar hotel bersama seorang teman lelaki.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko membenarkan ihwal penangkapan seorang wanita yang merupakan artis tersebut. Polisi menangkap HH setelah mendapat informasi bahwa ada mucikari yang bisa menghadirkan artis.

"Saat diamankan H (23) ini bersama seorang laki-laki di salah satu hotel di Kota Medan," kata Kombes Riko Sunarko, seperti dilansir Suara.com.

Kata Riko, keduanya diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Sementara untuk dugaan prostitusi online, Riko mengatakan sedang dilakukan penyelidikan terhadap keduanya.

Saat diamankan ke Mapolrestabes Medan, wanita mungil itu menutupi wajahnya dengan masker dengan mengenakan jaket serta penutup kepala.

Saat turun dari mobil berwarna hitam, HH tampak menutup wajahnya dan diapit petugas yang menggiringnya masuk ruang penyidik Unit PPA.

"Pria yang bersama HH ini juga diamankan dan dilakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan prostitusi online," Riko menambahkan. (@fen) **


WARTA DUKA: Gelagat Aneh Yodi Prabowo Sebelum Ditemukan Tewas

Ayah Yodi Prabowo, Suwandi jelaskan gelagat aneh anaknya sebelum ditemukan tewas./okezone/hambali.

TANGERANG SELATAN, News-warta.blogspot.cm.- Orangtua almarhum Yodi Prabowo (26) editor video Metro TV,  mengungkap adanya perubahan tingkah laku putranya.

Perubahan itu disampaikan sang ayah, Suwandi. Kata dia, hari-hari belakangan almarhum Yodi makin rajin beribadah di musala dan masjid dekat rumah. Khususnya jika memasuki waktu-waktu salat 5 waktu.

"Salatnya rajin, rajinnya sampe dia ke Masjid Al-Jihad. Dia kalau subuh keluarin motor pakai sarung. Tetangga juga kan sering bareng. Mungkin lebih dari sebulan, yang jelas ibadahnya makin meningkat. Saya lihat perubahannya itu," katanya saat ditemui di rumahnya, Jalan Alle Raya, RT 06 RW 08, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (12/7), seperti dilansir Okezone.

Dilanjutkan Suwandi, putranya itu termasuk anak yang pendiam. Bisa dikatakan, Yodi tidak pernah bercerita soal apa pun persoalan kepadanya. Dia pun merasa haru, lantaran jarang sekali bertemu dan berbincang di rumah.

"Kalau saya kan kerja normal. Berangkat pagi pulang sore, tapi kalau anak saya kan berangkat sore, berangkat pagi. Jadi kalau saya berangkat pagi, pulang sore, sorenya kan nggak ketemu. Begitu anak saya pulang jam satu malam, dia kan pas saya bangun berangkat pagi, dia masih tidur. Paling mamanya, kalaupun ada (curhat)," ungkapnya.

Dikatakannya, pada hari terakhir almarhum Yodi di rumah yakni Selasa 7 Juli 2020, ada gelagat tak biasa ditunjukkan Yodi terhadap sang ibu, Turinah. Ketika itu, Yodi terus membuntuti ibunya seolah hendak menyampaikan sesuatu.

"Memang kayak bingung kata istri pas hari Selasa, dia ngikutin tumben-tumbenan. Istri saya masak dia ikutin, istri saya ke depan dia ikutin, mungkin dia mau ngomong sesuatu sebelum berangkat itu. Tapi nggak ngomong. Ya boleh dibilang kayak galau-galau. Ada sesuatu yang pangen diomongin," ucapnya. (@fen) **

Sabtu, 11 Juli 2020

WARTA SELEB: Raffi Ahmad Ditawari Menjadi Wakil Wali Kota Oleh Putri Wapres Ma'ruf Amin

Raffi Ahmad ditawari menjadi wakil wali kota oleh putri Wapres Ma'ruf Amin./tribunwow.com/ist.

JAKARATA, News-warta.blogsot.com.-  Presenter Raffi Ahmad kedatangan tamu spesial yang ternyata adalah putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

Siti Azizah Ma'ruf, datang ke rumah Raffi bersama suaminya, M. Rapsel Ali.

Ternyata, selain untuk menjalin silaturahmi, kedatangan Siti tersebut untuk mengajak Raffi menjadi wakilnya dalam perhelatan pemilihan wali kota Tangerang Selatan tahun 2020.

Diketahui, Siti akan maju menjadi calon wali kota Tangerang Selatan pada pemilihan kepala daerah yang rencananya akan digelar bulan Desember 2020.

Peristiwa tersebut direkam dalam tayangan yang diunggah di akun YouTube keluarga Raffi, Rans Entertainment, Sabtu (11/7).

Raffi yang kegirangan didatangi sosok tokoh politik di rumahnya langsung menyambut Siti dan Rapsel. Ia terlihat akrab dengan suami Siti yang ternyata sudah dikenalnya sejak lama.

"Waduh ini satu kehormatan nih, ibu bisa datang ke rumah. Seadanya aja ibu ya," kata Raffi merendah, seperti dilansir Tribunwow.com.

"Iya, seadanya aja gini," balas Siti memuji.

"Nggaklah bu," ujar Raffi.

"Ini satu kehormatan buat kita. Jadi ini silaturahmi karena kan kalau temen-temen ini subscribernya Rans ini udah pada tahu kalo digambar-gambar udah banyak wajahnya ibu."

"Kita doakan menjadi wali kota Tangerang Selatan, Isyaallah lancar," lanjutnya.

Siti kemudian langsung menyatakan maksudnya mendatangi rumah Raffi dan istrinya Nagita tersebut.

Selain untuk menengok pasangan itu dan putra mereka, Siti ternyata ingin mengajak Raffi untuk menjadi wakilnya saat maju pada Pilkada 2020.

"Mau nengok Raffi, negok Nagita, negok Rafathar," ujar Siti.

"Sekalian mau nawarin Raffi, mau ndak jadi wakil saya?," tanyanya yang langsung disambut seruan Raffi dan Nagita dengan antusias.

Mendengar hal tersebut Raffi langsung tertawa sementara Nagita memegang kepalanya sambil membalikkan tubuh.

"Bolehlah saya nanti diajarin sama ibu," jawab raffi.

Ia kemudian mempersilakan Siti dan suaminya untuk duduk bersama di ruang makan rumahnya.

Sementara itu, Nagita dan asisten rumah tangganya mempersiapkan santapan untuk makan bersama dengan para tamunya tersebut.

"Bro, ini di rumah digangguin terus sama bunda. Bilang, 'Yang nanti kan aku punya potensi jadi pemimpin'," kata Rapsel memulai pembicaraan yang langsung dipotong Raffi.

"Wuah, tapi aku tuh," sambar Raffi yang salah tingkah tak mampu berkata-kata.

"Kapan lagi kan?," balas Siti membujuk.

"Tapi apakah aku sudah siap atau belum, kan aku perlu banyak belajar juga ibu," lanjutnya kemudian.

Siti membesarkan hati Raffi dan mengatakan bahwa ia bisa saja belajar menjadi pemimpin daerah.

"Kalau belajar sama yang di sebelah," kata Siti sambil menunjuk suaminya.

"Negarawan kita nih, Pak Rapsel," ucap Raffi menyetujui.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya telah lama mengenal menantu Wapres Ma'ruf Amin tersebut.

"Ini kan kalo aku berkawan sama Pak Rapsel udah lama banget. Udah 10 tahun kali bro. Lebih 10 tahun kita naik motor bareng-bareng," tutur Raffi.

"Sekarang pak Rapsel ini sudah menjadi anggota dewan. Waktu itu di Makassar ya bro ya?," tanyanya yang dibalas anggukan Rapsel.

Siti kembali membujuk Raffi agar bersedia mendampinginya menjadi wakil dengan menyinggung artis lain yang sudah berhasil menjadi kepala daerah.

"Kan sekarang banyak artis, mau jadi Bupati, Gubernur, iya kan?," tanya Siti meyakinkan.

"Nah, sekarang Raffi. Nggak usah jauh-jauh kan tetangga," lanjutnya. (@fen) **


WARTA CORONA: Temuan Corona di Klaster Secapa AD Diawali Ketidaksengajaan



KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (ketiga kiri) didampingi istri Diah Erwiany (kedua kiri) tiba untuk mengikuti pelepasan jenazah Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Minggu (10/5/2020)./antara/m risyal hidayat.

BANDUNG, WARNA-warni-Warta.blogspot.com.- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjelaskan ihwal kasus penularan virus corona (Covid-19) yang terjadi di lingkungan Kompleks Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Andika mengatakan mulanya ada dua prajurit siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Kedua prajurit itu mengaku mengalami gejala sakit bisul disertai demam. Sedangkan, satu prajurit lainnya masalah tulang belakang.

"Tepatnya dua minggu lalu, saya mendapat laporan dari Komandan Secapa AD. Diawali ketidaksengajaan dua siswa berobat ke RS Dustira," ucap Andika di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Sabtu (11/7), seperti dilansir CNN Indonesia.

Keduanya, lanjut Andika, lantas menjalani pemeriksaan tim medis di RS Dustira dengan metode swab sebagai prosedur otoritas layananan kesehatan. Ternyata, hasil kedua siswa itu positif terjangkit corona.

Tim medis lalu melapor kepada Markas Besar TNI AD di Jakarta. Pimpinan di Jakarta kemudian mengirim 1.400 alat rapid tes. Menurut Andika, jumlah alat rapid tes sebanyak itu untuk memeriksa 1.198 prajurit siswa dan 200-an pelatih serta staf.

"Awalnya ada 187 orang yang hasil rapid test-nya reaktif sehingga dicurigai terinfeksi Covid-19. Dari situ saya kirim VTM (alat tes PCR) ke Kakesdam kemudian dilakukan swab dari situ kemudian jumlahnya bertambah terus hingga 1.280 orang," ujar Andika.

Andika merinci sebanyak 991 prajurit siswa terjangkit virus corona, sedangkan sisanya 289 orang merupakan staf anggota Secapa dan keluarganya. Sebagian besar dari mereka yang positif itu melakukan karantina mandiri, dan hanya 17 orang yang dirawat di rumah sakit.

Dari 17, satu negatif dan 16 masih positif tapi semua tidak merasakan gejala apa pun.
"Satu negatif masih di sana karena masalah TBC paru-paru," tutur Andika.

Andika kemudian mengunjungi Secapa TNI AD siang tadi (kemarin, red). Dalam kesempatan itu, dia menanyakan secara acak siswa yang positif dengan penerapan protokol kesehatan.

"Di Secapa, saya tanya satu per satu ambil tiga orang tidak ada pengkondisian. Saya tanya apa yang dirasakan dan mereka bilang yang dirasakan sama sekali tidak ada (gejala)," ucap Andika.

KSAD juga menjelaskan bahwa sejak Selasa (7/7) sudah dilakukan swab tahap kedua. Dari tes swab kedua, hasilnya ada 14 yang dinyatakan negatif. Sedangkan, 296 masih menunggu hasil lab.

"Sekarang, siswa maupun staf Secapa yang tadinya 1.280 itu sudah berkurang (karena hasil negatif Covid-19). Dari siswa kurang 17 dari staf kurang 12," ucapnya.

Andika menambahkan, siswa dan staf yang sudah negatif kini berada di tempat terpisah di Secapa AD.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung, kini telah dilakukan karantina wilayah. Institusi pendidikan negara itu menjadi klaster penularan baru terkait Covid-19 di wilayah Jabar.

"Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni, yaitu klaster di Secapa TNI AD. Total, di sini (positif) 1.262 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (@fen) **

WARTA CRIME: "Si Kuya" Tak Berdaya Diringkus Aparat Polsek Pasirjambu

"Si Kuya" (kanan) pelaku pengeroyokan./visi.news/apih igun.

BANDUNG, WARNA-warni-Warta.blogspot.com.- AR alias "Si Kuya" salah seorang  pelaku pengeroyokan terhadap jukir (juru parkir) yang sudah buron selama dua bulan tak berdaya ketika berhasil diringkus aparat. 

Si Kuya (31), merupakan penduduk Kp. Ciputih, Desa Soreang, Kec. Soreang, Kab. Bandung, Jawa Barat yang terindentifikasi sebagai anggota kelompok bermotor. 

Dia merupakan salah seorang dari empat pelaku pengeroyokan terhadap korban SS, salah seorang jukir di salah satu  pasar swalayan di Desa Tenjolaya, Kec.  Pasirjambu.

"Alhamdulillah, berkat laporan masyarakat, dini hari tadi sekitar pukul 01.30, kita berhasil menangkap AR alias Si Kuya,  seorang pelaku pengeroyokan yang selama ini kita cari ," terang Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan melalui Kapolsek Pasirjambu AKP Asep Dedi, Sabtu (11/07), seperti dilansir VISI.NEWS.

Dikatakan Asep, kejadiannya pada tanggal 9 Mei 2020 saat bulan puasa. Pelaku bersama tiga rekannya melakukan pengeroyokan yang membuat korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan botol minuman.

Mendapat laporan adanya kejadian itu, petugas pun langsung bergerak mendatangi TKP dan mencari para pelaku, termasuk menginformasikan ciri-cirinya kepada masyarakat. 

"Sebelumnya kita sudah tangkap satu orang, kemudian sekarang satu lagi. Dua masih buron, tapi kita sudah petakan tempat biasa mereka nongkrong. Kami imbau sebelum kami tangkap,  keduanya agar menyerahkan diri saja," imbaunya.

Pelaku  saat ini masih terus diinterogasi petugas di Mapolsek Pasirjambu Kab Bandung. Ancaman penjara antara 7 hingga 12 tahun menanti, jika terbukti melanggar pasal 170 KUH Pidana.

Pada bagian lain Asep mengapresiasi peran serta masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk melaporkan pelaku tindak kriminal.

"Sinergitas antara masyarakat dan jajaran kepolisian, sekali lagi terbukti ampuh dalam mengungkap sebuah kasus. Buat masyarakat, 'hatur nuhun' kami sampaikan, semoga kita senantiasa bersinergi," pungkas Asep Dedi. (@fen) **


Jumat, 10 Juli 2020

WARTA DUKA: Di Mata Keluarga, Yodi Prabowo Sosok Pendiam dan Tak Punya Musuh

Yodi Prabowo./istimewa/via okezone.com.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Usai menjalani autopsi di Rumah Sakit Kramat Jati, jenazah Yodi Prabowo, editor Metro TV akhirnya tiba di rumah duka di Rempoa, Tangerang Selatan pada Jumat (10/7).

Tak ayal, isak tangis pun pecah saat jenazah Yodi tiba. Bahkan, ibu dan adik Yodi tak henti-hentinya meneteskan air mata melihat anak pertama dari empat bersaudara ini pulang ke rumah dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Menurut keluarga, Yodi dikenal pria yang pendiam dan taat beribadah dan juga tidak mempunyai musuh semasa hidupnya. Keluarga pun tak menyangka akan tewasnya Yodi. Keluarga pun sempat bermimpi bahwa Yodi sempat pulang ke rumah, namun tidak membawa motor.

Salah seorang keluarga Yodi, yang bernama Wartini mengatakan, dirinya baru mengetahui Yodi tewas Jumat siang. Menurutnya, keluarga sempat akan melaporkan hilangnya Yodi ke pihak kepolisian, namun keluarga mengira Yodi berada di rumah temannya.

Wartini mengatakan, selama bekerja Yodi memang setiap hari pulang ke rumah, namun selama tiga hari lalu Yodi sudah tidak pulang dan tidak bisa dihubungi.

Seperti diketahui sebelumnya, Yodi Prabowo, pria yang kesehariannya bekerja di sebuah stasiun televisi swasta ini ditemukan tewas mengenaskan di pinggir tol yang berada di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat siang. (@fen/okz) **


Ada Luka Tusuk, Jurnalis Metro TV Ditemukan Meninggal di Pinggir Tol



Ilustrasi./antara/septianda perdana.

WARNA-warni-WARTA.blogsot.com.- Jurnalis Metro TV Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) kawasan Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Informasi tentang meninggalnya wartawanMetro TV Yodi Prabowo itu dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono.

"Iya, sedang diolah TKP oleh Sat Reskrim Polres," kata Budi seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Namun, Budi belum menjelaskan secara rinci ihwal kasus tersebut. Termasuk, soal kronologi penemuan atau penyebab meninggalnya Yodi.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Metro TV Don Bosco Selamun membenarkan bahwa jurnalisnya meninggal dunia dan telah ditemukan di pinggir jalan TOL JORR.

Dari informasi yang dihimpun, penemuan korban bermula dari seorang saksi yang menemukan motor di sebuah warung bensin dalam keadaan mesin sudah dingin.

Beberapa saat kemudian, sejumlah anak yang sedang bermain layangan di pinggir jalan tol melihat ada sesosok mayat laki-laki yang tergeletak.

Tak Ada Kabar Sejak 7 Juli

Sementara itu, stasiun televisi berita Metro TV mengonfirmasi mengenai salah satu karyawannya yang ditemukan tewas di pinggir jalan Tol JORR kawasan Ulujami, Pesanggarahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).

Chief Editor Metro TV, Don Bosco Selamun, menuturkan karyawannya yang bernama Yodi Prabowo itu menjabat sebagai editor visual.

Yodi, kata Don, tercatat terakhir masuk kerja pada Selasa (7/7), sif 4, dengan jam kerja pukul 15.00 WIB sampai dengan 22.27 WIB. Setelah itu tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan.

Don menuturkan pihaknya juga menerima informasi dari keluarga Yodi bahwa yang bersangkutan tidak pulang ke rumah untuk beberapa hari.

"Iya (pihak keluarga sudah menghubungi), mereka sudah saling berhubungan. Karena dari pihak keluarga kita dapat tahu bahwa dia selama ini tidak pulang ke rumah," tuturnya.

"Karena dari keluarga dilaporkan tidak pulang ke rumah, maka teman-teman dari Metro TV, sekretariat menelepon di mana dia berada. Teman dekatnya ditanya, namun kemudian keluarganya dapat informasi duluan yaitu kejadiannya," tambah Don.

Don mengatakan saat ini jenazah sedang diautopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Teman-teman ada yang tadi ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) terus mengantar jenazahnya ke RS Polri untuk diautopsi," kata Don.

Don menjelaskan Yodi bergabung dengan Metro TV pada 15 Desember 2015.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono, membenarkan jenazah yang ditemukan di pinggir jalan Tol JORR merupakan jurnalis Metro TV bernama Yodi Prabowo.

Kabar penemuan jenazah korban itu setelah sejumlah anak yang sedang bermain layangan di pinggir jalan tol melihat ada sesosok mayat laki-laki yang tergeletak.

"Iya, sedang diolah TKP oleh Sat Reskrim Polres," kata Budi.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Irwan Susanto mengatakan luka tusuk itu ditemukan dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan sementara ditemukan luka tusukan pada tubuh korban, ada dugaan korban pembunuhan, tapi masih kami dalami lagi," kata Irwan saat dihubungi.

Kendati demikian, kata Irwan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, lanjutnya, korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Irwan mengatakan polisi juga turut menemukan barang bukti pisau di lokasi ditemukannya jasad jurnalis Metro TV itu. (@fen)**

Kamis, 09 Juli 2020

WARTA DUKA: Pencipta Lagu Anak Papa T. Bob Wafat



Pencipta lagu anak-anak Papa T Bob wafat di usia 59 tahun, Jumat (10/7)./screenshot via Instagram/@papatbob_official.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.-Pencipta lagu anak-anak Papa T Bob meninggal dunia pada usia 59 tahun, Jumat (10/7). Kabar tersebut dikonfirmasi oleh sejumlah musisi.

"R.I.P Papa T Bob.Terima kasih sudah memberikan banyak nada saat ku tumbuh dewasa. Banyak musisi lahir karena jatuh cinta dengan karya-karya mu saat mereka beranjak dewasa. Salah satunya aku. Rest in love," kata Vidi Aldiano dalam kicauan di Twitter, Jumat (10/7).

Musisi Kak Nunu juga membenarkan kabar tersebut ketika dihubungi, Jumat (10/7). "Iya betul meninggal," katanya seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Antara memberitakan Papa T Bob meninggal dunia pada Jumat (10/7) pukul 10.35 WIB. Jenazah Papa T Bob juga rencananya akan dikebumikan di Bintaro, namun belum ada keterangan waktu yang pasti karena keluarga masih berunding.

Papa T Bob sebelumnya diketahui sempat dirawat di rumah sakit pada April lalu akibat penyakit komplikasi yang disebabkan oleh diabetes yang ia derita.

Namun pada Juni, disebutkan bahwa kondisi Papa T Bob membaik dan menjalani rawat jalan.

Lahir pada 22 Oktober 1960, Papa T Bob merupakan pencipta lagu anak-anak kenamaan Indonesia terutama era 90-an. Sejumlah lagu hit anak-anak seperti Diobok-obok, Anak Ajaib, Katanya, Bolo-Bolo, Si Nyamuk Nakal, Dudidam, serta Si Lumba-lumba merupakan karyanya.

Pencipta lagu bernama asli Erwanda ini dikenal dengan aturan harus melihat sang artis terlebih dahulu sebelum menciptakan lagu. Hal itu dilakukan supaya bisa membayangkan lagu yang pantas dibawakan dan sesuai dengan karakter sang artis.

Joshua merupakan salah satu artis yang pernah ditolak Papa T Bob sebelum akhirnya dikenal melalui lagu Diobok-obok.

Papa T Bob juga mengorbitkan beberapa artis muda kala itu seperti Tiga Anak Manis, Tina Toon, Trio Kwek-Kwek, Enno Lerian, serta Bondan Prakoso.

Pada Agustus 2019, Papa T Bob bersama sahabatnya, Mamo Agil berusaha menghidupkan kembali lagu anak-anak dengan menggelar Lomba Karya Cipta Lagu Anak di TIM.

Kala itu, mereka mendapat penghargaan dari Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta. (@fen) **


Pembobol Bank Rp 1,7 Triliun Baru Tertangkap Setelah Buron 17 Tahun

Maria Lumowa diekstradisi Kemenkumham dari Serbia./kemenkumham/via okozone.com

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Tersangka kasus pembobolan kas bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa, yang buron selama 17 tahun, tiba di Indonesia setelah diekstradisi dari Serbia, pada Kamis, 9 Juli 2020. Setibanya di Indonesia, Maria Lumowa langsung dibawa ke Bareskrim Mabes Polri.

Pihak kepolisian belum langsung memeriksa Maria Lumowa. Maria Lumowa diistirahatkan lebih dulu untuk sementara waktu sambil menunggu hasil test swab dari dokter. Saat ini, Maria Lumowa tengah beristirahat di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri.

"Kan belum diperiksa, (ditahan) di Bareskrim," singkat Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (10/7), seperti dilansir Okezone.com.

Argo menjelaskan, alasan pihaknya belum langsung memeriksa Maria Lumowa. Sebab, kata Argo, Maria Lumowa baru saja menempuh perjalanan cukup jauh menggunakan pesawat. Oleh karenanya, Polri memberikan waktu yang cukup untuk Maria istirahat sebelum dilakukan pemeriksaan.

"Untuk saat ini yang bersangkutan istirahat. Kita berikan hak daripada ini untuk istirahat. Tentunya, setelah nanti kira-kira dicek dokkes dan dinyatakan fit, maka akan kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, turun langsung ke Serbia untuk menjemput Maria Pauline Lumowa. Yasonna dan delegasi Indonesia termasuk Bareskrim Polri mulai bertandang ke Beograd, Serbia, sejak, Sabtu, 4 Juli 2020.

Lewat proses ekstradisi, Yasonna dan jajarannya berhasil membawa Maria Lumowa ke Indonesia. Meskipun, Yasonna dan delegasi Indonesia kerap mendapat hambatan dalam upaya ekstradisi Maria Lumowa.

Maria Pauline Lumowa merupakan Bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958. Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Namun, ia melarikan diri ke luar Indonesia pada 17 tahun yang lalu.

Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia. Maria Lumowa dikabarkan terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perkara Maria bermula pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, dimana Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau setara Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.

Namun Maria Pauline Lumowa ternyata sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura. (@fen)**



WARTA CRIME: Pesta Miras di Kamar Kos, 11 Muda-mudi Tasik Digaruk Satpol PP

Anggota Satpo PP Kota Tasik saat melakukan pemantauan di lokasi penggerebekan pesta miras./visi.news/ayi kuraesin

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Saat tengah asyik melakukan pesta miras yang melibatkan belasan pemuda dan pemudi di rumah kos di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Perumahan Permata, mereka dipaksa untuk berhenti setelah anggota Satpol PP Kota Tasik datang ke lokasi tersebut, Rabu (8/7).

Dalam aksi penggerebakan yang dilakukan angota Satpol PP itu, selain mengamankan belasan pemuda dan  pemudi juga menyita barang bukti miras jenis tuak sisa yang telah dikonsumsi. 

Kabid Tantribum Satpol PP, Yogi Subarkah kepada wartawan mengatakan, razia dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga terkait adanya pesta miras. Atas laporan tersebut pihaknya langsung bergerak melakulan razia.

Hasilnya, sebanyak 11 muda mudi berusia antara 24 hingga 25 tahun berhasil diamankan. Bahkan, ada juga yang berusia sekitar 17 tahun ikut dalam pesta miras tersebut. 

"Semalam mendapat laporan dari warga bahwa di kamar kosan tersebut kerap berkumpul anak muda berpesta miras. Kami langsung bergerak melakukan razia," katanya Kamis (9/7), seperti dilansir VISI.NEWS.

Menurutnya, dari sebelas muda mudi yang diamankan itu diantaranya 9 orang laki-laki dan 2 orang wanita. Mereka sedang asyik pesta miras. 

Adapun barang bukti yang disita yakni 3 bungkus besar tuak, 1 botol plastik ukuran 1 liter sisa pakai dan beberapa botol miras jenis vodka, anggur merah dan arak dalam keadaan kosong. 

"Bisa jadi setelah pesta miras, mereka diindikasikan akan melakukan pesta seks juga. Mereka langsung digiring ke mako untuk diberi pembinaan," tuturnya. 

Dikatakan Yogi, mereka melakukan pesta tersebut di tempat milik salah seorang berinisial N. Adapun yang diamankan itu warga Tamansari dan Mangkubumi. 

"Setelah didata dan diberi pembinaan langsung dipulangkan ke rumahnya masing-masing dengan dijemput para orang tuanya," ungkapnya. (@fen) **

Rabu, 08 Juli 2020

WARTA SELEB: Tak Jadi Melahirkan,Vanessa Angel Ternyata Kontraksi Palsu



Vanessa Angel./ig/@vanessaangel.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Ardiansyah, sudah ke rumah sakit untuk menyambut kelahiran sang buah hati. Namun, rupanya Vanessa hanya kontraksi palsu sehingga keduanya pulang kembali ke rumah.

Lewat update di akun Instagram Bibi diketahui Vanessa langsung dibawa ke rumah sakit karena merasakan perutnya kontraksi seperti ingin melahirkan.

"Enggak jadi lahiran, ternyata mules-mules palsu," kata Bibi seperti dikutip dari Insta Story-nya, Kamis (9/7), dilansir Okezone.com.

Padahal sebelumnya, pasangan ini sempat mengunggah video berjoget di ruangan rumah sakit. Vanessa sudah siap memakai baju rumah sakit lengkap dengan gelang pasien pada 8 Juli lalu.

"Muter terus bang sampai brojol #gendeng," tulis Vanessa.

Bibi pun merasa dikerjai oleh sang jabang bayi. Namun, ia dan sang istri berusaha sabar meski ternyata batal melihat calon buah hatinya itu.

"Dikerjain kita sama bayi," ujar Bibi. (@fen) **

WARTA IPTEK: Akhirnya WHO Umumkan Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara




Ilustrasi penularan virus corona lewat udara atau airborne. (Istockphoto/wildpixel)

- Tetesan dari orang yang pidato selama satu menit mengandung tujuh juta partikel virus per mililiter atau satu menit pidato keras dapat menghasilkan lebih dari 1.000 tetesan yang mengandung virus.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan virus corona SARS-CoV-2 bisa menyebar lewat udara atau airborne. WHO menyebut penularan melalui udara sama berbahaya dengan penularan virus di permukaan benda yang terpapar.

Pengumuman itu keluar setelah dua ratusan peneliti yang mendesak WHO untuk membuat aturan baru tentang penularan Covid-19 lewat udara. Peneliti mengacu pada sejumlah penelitian yang menyebut virus tersebut dapat bertahan di udara.

Melansir CNN Indonesia dari Scientific American, Kamis (9/7), para ilmuwan Universitas Wuhan mengatakan SARS-CoV-2 memiliki potensi untuk ditularkan melalui aerosol berdasarkan penelitian yang dilakukan di dua rumah sakit di Wuhan, Hubei, Cina.

Sementara dalam penelitian yang diterbitkan di Nature, para ilmuwan itu mengaku menyelidiki sifat aerodinamis dari SARS-CoV-2 dengan mengukur viral load dalam aerosol.

Hasilnya, konsentrasi RNA SARS-CoV-2 dalam aerosol terdeteksi di ruang isolasi dan ruang pasien berventilasi sangat rendah, tetapi lebih tinggi di area toilet yang digunakan oleh pasien.

Sedangkan tingkat RNA SARS-CoV-2 di udara di sebagian besar area publik RS tidak terdeteksi, kecuali di dua area yang rawan berkerumun. Peningkatan itu diduga disebabkan oleh orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 berada di kerumunan.

"Penelitian kami dan beberapa penelitian lain membuktikan keberadaan aerosol SARS-CoV-2 dan menyiratkan bahwa transmisi aerosol SARS-CoV-2 mungkin menjadi rute yang tidak dapat diabaikan dari operator yang terinfeksi ke seseorang di dekatnya," kata peneliti Universitas Wuhan, Ke Lan.

Aerosol adalah partikel padat atau cair dalam bentuk butiran sangat kecil sehingga bisa tertahan dalam partikel gas seperti udara, terutama di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik.

Dalam studi pracetak yang dilakukan Universitas Kesehatan Nebraskajuga menemukan bukti kontaminasi virus dalam sampel udara dan permukaan dari ruangan tempat pasien Covid-19 diisolasi

"Saya pikir ada banyak dari kita, termasuk saya sendiri yang merasa yakin bahwa rute penularan melalui udara sangat memungkinkan," ujar ahli patologi dan mikrobiologi Universitas Kesehatan Nebraska, Joshua Santarpia selaku penulis studi.

Sedangkan pada makalah yang terbit di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat tetap berada di aerosol sekitar tiga jam dan selama beberapa hari di berbagai permukaan. Namun, penelitian itu menyebut jumlah virus mengalami pengurangan secara signifikan.

Sebuah penelitian yang terbit di Prosiding National Academy of Sciences AS juga menyebut virus bisa menyebar ketika seseorang yang terinfeksi berbicara. Peneliti menggunakan laser hamburan cahaya untuk memvisualisasikan tetesan air liur kecil yang dikeluarkan selama pidato.

Peneliti mengasumsikan bahwa tetesan dari orang yang pidato selama satu menit mengandung tujuh juta partikel virus per mililiter atau satu menit pidato keras dapat menghasilkan lebih dari 1.000 tetesan yang mengandung virus yang dapat menggantung di udara selama delapan menit atau lebih.

"Ada kemungkinan besar bahwa berbicara normal menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas," kata para peneliti.

Dugaan yang semakin menguatkan bahwa Covid-19 bisa menular lewat udara adalah ketika puluhan orang menghadiri latihan paduan suara di sebuah kota di AS. Kala itu, mereka tidak saling bersentuhan atau berdekatan satu sama lain. (@fen) **


WARTA CRIME: Duel Satu Lawan Satu dan Berakhir di Tangan Polisi

Tersangka saat digiring ke Mapolsek Indihiang Kota Tasik./visi.news/istimewa

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Hafidz Ali (20) warga Kampung Padasuka,  Kelurahan Sukamaju,  Kecamatan Indihiang,  Kota Tasikmalaya harus merasakan sakit di bagian mukanya akibat dihantam helm setelah duel dengan AS (18) warga Desa Nagasari,  Kecamatan Limbangan,  Kabupaten Garut, pada Rabu (18/7).

Peristiwa duel tersebut terjadi setelah AS berusaha melakukan pencurian telepon genggam milik Hafidz. Namun, nahas bagi AS, niat  menggondol kekayaan milik Hafidz tersebut harus berujung di tangan Polsek Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Kapolsek Indihiang, Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan kejadian itu bermula saat pelaku AS bersama tiga rekannya mencuri HP dari kamar rumah Hafidz Ali (20) di lokasi kejadian.

Sialnya saat beraksi tepergok oleh saksi Zakyya Ridha (18). Kala itu saksi yang sedang tidur dan mendengar ada suara mencurigakan di luar. 

Selanjutnya saksi mengintai dari balik jendela. Saksi melihat ada orang yang mencurigakan. Saksi pun memberitahukan kepada korban, Hafidz Ali yang kala itu sedang tidur di ruang tamu. 

Korban pun mengintip di balik jendela ruang tamu. Terlihat ada orang tak dikenal berjalan di halaman rumah menuju ke jendela kamar. Korban pun menyuruh saksi, Zakyaa untuk memberitahukan kepada saksi lain, Eli Subarja (52) untuk bersama-sama menangkapnya. 

"Setelah Eli Subarja datang, korban dan Eli langsung membuka pintu rumah serta menendang pelaku hingga terjatuh. Korban pun langsung mengamankan pelaku," ungkap Didik, seperti dilansir VISI.NEWS.

Namun, ketika korban melihat ke arah luar ada tiga orang tak dikenal menggunakan 2 sepeda motor. Curiga itu sebagai kawan pelaku, korban pun melepaskan pelaku dan berniat untuk mengejarnya. Namun mereka melarikan diri.

"Sementara pelaku AS, yang sebelumnya dilepas oleh korban, memanfaatkan kesempatan itu untuk balik menyerang korban menggunakan helm," ungkap Kapolsek Dikdik. 

Dijelaskan,  saat itu korban tak menyadari  dirinya terancam. Berniat balik badan masuk ke dalam rumah lagi, tersangka langsung menghantamkan helm ke wajah korban. Dalam keadaan sadar korban pun membalasnya dan terjadilah perkelahian. 

Merasa pelaku keteter,  ungkap Dikdik,  berusaha kabur dan korban berusaha mengejar sambil berteriak meminta pertolongan warga. Hingga akhirnya pelaku bisa dilumpuhkan dan diamankan di pos ronda. 

Sementara itu, kata Dikdik,  korban langsung pulang ke rumah dan mengecek rumah. Benar saja, saat itu HP dan dompet milik korban sudah tidak ada. Sadar telah menjadi korban pencurian, korban pun melaporkan ke polisi. 

"Tidak lama petugas kepolisian yang mendapat laporan langsung datang ke lokasi dan membawa pelaku ke Mapolsek Indihiang untuk diproses lebih lanjut," tambahnya. 

Dijelaskan, selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti. Juga melakukan visum atas luka korban. Adapun pelaku dikenai pasal 365 KUH Pidana, ungkapnya.(@fen) **


WARTA POLITIK: Pemerintah dan DPR Diminta Segera Duduk Bersama untuk Cabut RUU HIP

Aboe Bakar Alhabsyi./eramuslim.com/ist. 

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- VISI.NEWS - Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dinilai sebaiknya tidak hanya ditunda pembahasannya, tetapi dibatalkan dan dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi, saat menanggapi massifnya penolakan masyarakat terhadap pembahasan RUU HIP tersebut di DPR.

Pria yang akrab disapa Habib itu mengungkapkan bahwa Pemerintah dan DPR RI harus segera duduk bersama untuk menyepakati pembatalan RUU HIP tersebut.

“Saya kira ini sangat mendesak karena publik sensitif dengan isu tersebut,” ungkapnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (8/7), seperti dilansir eramuslim.com.

Meskipun sebelumnya Pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD sudah menyampaikan akan melakukan penundaan pembahasan RUU HIP. Namun, menurut Habib, sepertinya sikap dan pernyataan itu saja tidak cukup.

“Terbukti aksi demonstrasi oleh masyarakat masih digelar di mana-mana. Mereka melakukan penolakan terhadap RUU tersebut,” ujarnya.

Habib mengatakan, yang disuarakan masyarakat adalah penolakan RUU HIP. Jadi, Habib menegaskan bahwa yang mereka minta bukan sekadar penundaan pembahasan.

“Tentu ini harus didengarkan dengan baik, apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” kata Anggota Komisi III DPR RI itu. (@fen) **

WARTA DUKA: Suasana Duka Masih Menyelimuti Keluarga Almarhum H Usep Romli HM

Suasana duka masih menyelimuti keluarga dan kerabat serta handai tolan yang melayat./visi.news/zaahwan aries

 - "Setelah saya beri air minum, ia langsung terlihat tertidur pulas. Eh gak taunya ketika diperiksa oleh petugas, ternyata ia sudah meninggal," kata Ai. 

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.-  Suasana duka masih menyelimuti keluarga maupun kerabat dan handai tolan menyusul meninggalnya salah seorang wartawan dan sastarawan senior Sunda, H Usep Romli HM yang juga dikenal sebagai budayawan Suda kahot.
  
Usep Romli meninggal dunia di Rumah Sakit Al Yamin, Limbangan, Kabupaten Garut,  Jawa Barat Rabu (8/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelumnya almarhum sempat mendapatkan perawatan selama semalam karena sakit.

Istri alm Usep Romli, Hj Ai, menyebutkan pada Selasa (7/7) malam sekitar pukul 21.30, almarhum dibawa ke Klinik Al-Yamin Limbangan karena tiba-tiba mengalami sesak napas dan gula darahnya tinggi. Setelah dibantu dengan oksigen, ia pun merasa lebih enak dan nyaman sehingga bisa beristirahat dan tertidur.    

"Namun tadi pagi sekitar pukul 09.00 , almarhum kembali mengeluhkan sesak napasnya kembali. Pihak Klinik Al Yamin pun kemudian memutuskan untuk merujuknya ke Rumah Sakit Al-Islam Bandung," ujar Hj Ai saat ditemui di rumah duka di Kampung Kiaralawang, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, seperti dilansir VISI.NEWS.

Pihak Klinik Al Yamin pun, tutur Hj Ai, kemudian berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Al Islam terkait rencana dirujuknya almarhum. Namun ternyata dari informasi pihak Rumah Sakit Al Islam diketahui bahwa saat itu di sana tidak ada tempat yang kosong dan sekitar pukul 09.30, almarhum meninggal.

Hj Ai menceritakan, sebelum meninggal, almarhum suaminya itu sempat menyampaikan kekhawatirannya kalau-kalau saat itulah dirinya akan meninggal. Sedangkan diakuinya, ia sampai saat ini belum mempunyai bekal yang akan dibawanya ke alam baqa.

Mendengar perkataan sang suami, Hj Ai pun sempat menegurnya dan berusaha menenangkannya. Setelah itu, almarhum pun sempat minta diberi air minum dan ketika itulah almarhum terlihat langsung tertidur pulas.

"Setelah saya beri air minum, ia langsung terlihat tertidur pulas. Eh gak taunya ketika diperiksa oleh petugas, ternyata ia sudah meninggal," kata Ai sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Selain menderita penyakit gula darah, menurut Hj Ai, almarhum juga mengidap penyakit prostat, dan itu sudah dialaminya sejak dua tahun lalu. Namun demikian, almarhum masih tetap beraktivitas, terutama menulis carpon. Almarhum meninggal pada usia ke-71.

H Usep Romli lahir di Garut pada 16 April 1949. Sebelum menjadi wartawan, almarhum merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) dan sempat menjadi guru SD di Kadungora. Namun meskipun telah menjadi PNS, hasratnya untuk menulis tak bisa dibendung sehingga ia pun pernah menjadi koresponden Mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), surat kabar Pelita (1977-1979), dan surat kabar Sipatahunan (1979-1980).

Saat hendak dipindahkan ke kantor P dan K Bandung (kini Dinas Pendidikan), Usep Romli memilih keluar sebagai PNS dan bekerja penuh sebagai wartawan di Pikiran Rakyat (PR), sampai pensiun. Almarhum juga dikenal fasih berbahasa Arab sehingga selama menjadi wartawan PR, almarhum sering ditugaskan ke luar negeri termasuk daerah konflik seperti Afghanistan, untuk membuat laporan tentang perlawanan kaum mujahidin melawan pendudukan Soviet-Rusia. 

Tak hanya itu, almarhum Usep Romli juga pernah ditugaskan di daerah  konflik lainnya seperti Palestina dan Bosnia. 

Meski sudah pensiun dari PR, almarhum tetap aktif menulis di sejumlah media. Ia juga kerap diundang untuk menjadi pemateri, baik dalam kegiatan yang menyangkut dunia kewartawanan ataupun dalam acara-acara budaya. 

Kemampuannya menulis sudah terlihat sejak ia masih duduk di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Karya-karyanya berupa sajak dan cerita pendek dalam bahasa Sunda sudah sering dimuat di berbagi media, seperti di majalah Kalawarta Kudjang, Mangle, Hanjuang, Giwangkara, dan Galura. 

Bahkan tak sedikit juga yang sudah dibukukan. Ia pun banyak menulis buku bacaan anak-anak, baik dalam bahasa Sunda maupun bahasa Indonesia. (@fen) **

Selasa, 07 Juli 2020

WARTA DUNIA: Presiden Penentang Lockdown Ini Kena Corona



Pemimpin negara yang selalu meremehkan virus corona kini dinyatakan positif Covid-19./afp/evaristo sa.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Presiden Brasil Jair Bolsonaro, pemimpin negara yang selalu meremehkan virus corona kini dinyatakan positif Covid-19.

Respons Bolsonaro terhadap pandemi dikritik oleh berbagai pihak. Dia bahkan turut menentang lockdown. Menurut dia, kebijakan karantina dan lockdown hanya merusak perekonomian negara.

Dia juga menolak perintah untuk tinggal di rumah yang diberlakukan oleh sejumlah gubernur di Brasil untuk menahan penyebaran virus corona.

Dalam sebuah kesempatan pada pertengahan April lalu, Bolsonaro ikut turun ke jalan dan bergabung bersama ratusan demonstran untuk memprotes kebijakan lockdown, menjaga jarak, dan berdiam diri di rumah. Dia merangkul orang-orang yang berada di supermarket lokal dan gerai roti.

Pria yang dijuluki "Trump dari Brasil" itu menganggap kebijakan lockdown membuat pemerintah tidak bisa mendapatkan pemasukan sehingga tak memiliki cukup uang untuk menggaji pegawai negeri.

Sejak awal penyebaran, Bolsonaro kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa.

Bolsonaro dinilai memiliki lebih banyak musuh daripada teman di negaranya sendiri. Dia juga sempat menghabiskan waktu berlibur di sebuah resor ski di tengah pandemi.

Akibat Covid-19, Brasil mengalami krisis kesehatan masyarakat terburuk sejak wabah virus Zika pada tahun 2015.

Saat ini Brasil menjadi negara kedua dengan kasus corona terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Berdasarkan data statistikWorldometer, hingga Rabu (8/7) Brasil memiliki 1.674.655 dan 66.868 ribu kematian.

Gubernur dan wali kota di Brasil telah mengambil tindakan sendiri akibat lonjakan kematian, sementara Bolsonaro menentang tindakan itu dan mendorong para pendukungnya untuk ikut menentang mereka.

Dia memecat Menteri Kesehatan, Luiz Henrique Mandetta, terkait kebijakan lockdown itu.

Hanya saja, dalam waktu kurang dari sebulan, menteri kesehatan baru, Nelson Teich, memilih mengundurkan diri dengan alasan tidak cocok dengan sang presiden.

Dia juga memveto sejumlah pasal dalam RUU protokol kesehatan selama pandemi seperti pasal terkait kewajiban setiap perusahaan atau majikan menyediakan masker dan alat pelindung diri dari virus bagi para staf.

Semakin banyaknya kasus corona membuat sejumlah rumah sakit kewalahan, begitu juga layanan pemakaman.

Bolsonaro sendiri dinyatakan positif Covid-19 setelah empat kali dites usai mengalami demam. Menurut CNN, seperti juga dilansir CNN Indonesia, dia terinfeksi berdasarkan hasil pemeriksaan paru-paru yang dijalani pada Senin (6/7).

Bolsonaro menyampaikan langsung kabar itu dalam siaran langsung di televisi. Dalam pidato itu, Bolsonaro terlihat mengenakan masker dan meminta semua orang supaya menjauh darinya untuk sementara.

Dia dikabarkan sudah mengambil cuti selama sepekan untuk istirahat dan melakukan karantina. Bolsonaro mengaku telah menjalani rontgen paru-paru di rumah sakit militer sebagai tindakan pencegahan.

Selain melakukan tes Covid-19, dia juga telah mengkonsumsi obat hydroxchloroquine sebagai tindakan pencegahan.

Seperti dikutip dari AFP, di usia 65 tahun, Bolsonaro berada di salah satu kategori risiko tertinggi akibat virus yang telah membunuh lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 12 juta jiwa. (@fen)**

Kasek SMAN 18 Garut Bantah Tahan Ijazah Siswa karena Belum Bayar Iuran


Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat,  Asep Sudarsono./visi.news/zaahwan aries

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Berita tanda kelulusan atau ijazah salah seorang siswa yang ditahan dengan alasan belum bayar iuran, dengan tegas dibantah Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 18 Garut, Sofyan Hidayat. 

Menurut Sofyan, pihak orang tua siswa telah salah paham sehingga beranggapan pihak sekolah telah menahan ijazah anaknya hanya karena belum melunasi iuran sebesar Rp 2 juta.

"Tidak benar, kenyataannya bukan seperti itu. Pihak sekolah punya kebijakan kok untuk membantu siswa termasuk memberikan semua kebutuhan siswa yang telah lulus," kata Sofyan di ruang Kepsek, Selasa (7/7), seperti dilansir situs VISI.NEWS.

Menurut Sofyan, jangankan siswa yang hanya mempunyai tunggakan Rp 2 juta, yang lebih besar dari itu juga tak ditahan ijazahnya. Ia mencontohkan, ada siswa yang masih punya tunggakan hingga Rp 10 juta, tetapi ijazahnya tetap diberikan setelah orang tuanya datang ke sekolah.

Terkait ungkapan yang dilontarkan orang tua Afrizal, siswa yang ijazahnya ditahan pihak sekolah, yang menyebutkan telah datang ke sekolah. Akan tetapi tetap diminta untuk membayar setengahnya, Sofyan juga membantah hal itu. Ia tetap bersikukuh jika orang tua Afrizal telah salah paham karena sebenarnya tak ada alasan bagi pihak sekolah untuk menahan ijazah siswa.

Di masa pandemi Covid-19 ini, tutur Sofyan, sekolah memberikan keringanan kepada para orang tua siswa dalam hal iuran. Hal itu pun telah disampaikan kepala sekolah ke tiap wali kelas sehingga tak mungkin jika sampai ada ijazah siswa yang lulus ditahan.

"Untuk apa pihak sekolah menahan ijazah siswa? Silahkan saja orang tuanya datang ke sekolah untuk membawa ijazah anaknya dan tidak usah dibayar kalau memang tak punya. Hampir semua STTB siswa hari ini sudah bisa dibawa, kecuali anak atau orang tuanya yang tidak datang ke sekolah," tegas Sofyan. 

Terkait adanya uang perpisahan yang menurut orang tua siswa juga harus dibayar, Sofyan menegaskan bahwa hal itu juga tidak perlu. Apalagi untuk tahun ini memang tidak ada kegiatan perpisahan yang dilaksanakan di sekolah.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Asep Sudarsono, menyebutkan pihaknya tak mengharapkan adanya pengaduan jika pihak sekolah menahan ijazah siswa hanya dengan alasan belum melunasi iuran. 

"Pihak sekolah punya kebijakan untuk memberikan keringanan kepada siswa tidak mampu. Namun memang harus ada persyaratan yang dibuat pihak orang tua, yakni membuat pernyataan dan mengajukan ke sekolah," ujar Asep.

Menurutnya, pernyataan itu sangat dibutuhkan pihak sekolah untuk pertanggungjawaban. Jika suatu saat ada orang tua siswa lain yang mempertanyakan. 

"Maka pihak sekolah bisa membuktikan keabsahan tersebut. Dan pihak sekolah pun tentu tak akan sampai mempersulit," kata Asep. 

Asep jmenandaskan,  pihak orang tua siswa tak perlu membayar uang iuran untuk perpisahan karena tahun ini tak ada kegiatan apa pun di sekolah. Di masa Covid-19 jangankan perpisahan, pelaksanaan Ujian Nasional pun dibatalkan.

Asep mengaku, pihaknya telah memerintahkan Kepala SMAN 18 untuk membantu meringankan siswa kurang mampu. Ia pun meminta orang tua Afrizal untuk datang ke sekolah, mengambil ijazah anaknya agar bisa dipergunakan sesuai keperluan. (@fen) **


Dendam Dituduh Curi Ayam, YH Nekat Bakar 3 Unit Mobil



Tersangka pembakar 3 unit mobil digelandang ke kantor polisi./visi.news/ayi kuraesin.

TASIKMALAYA - Pelaku pembakar 3 unit mobil, YH (29) warga Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku nekat membakar mobil karena sakit hati yang kemudian timbul rasa dendam setelah dituduh mencuri ayam.

YH tidak merasa mencuri ayam. Namun pemilik mobil Ade Solihat (53) menuduh YH mencuri ayam. Atas tuduhannya itu YH merasa sakit hati dan menyimpan dendam untuk membalas rasa sakitnya itu.

Hingga suatu saat, YH melepas rasa sakit hati dan dendamnya itu dengan membakar mobil milik Ade.

“Saya merasa sakit hati dan dendam setelah dituduh mencuri ayam. Padahal saya tidak mencuri,” ucap YH sambil tertunduk saat dalam pemeriksaan, Selasa (7/7), seperti dilansir VISI.NEWS.

Menurutnya, atas tuduhan itu YH merasa sakit hati yang hingga ke ubun-ubun, hingga timbul rasa dendam. Perasaan dendam itu dilampiaskan YH dengan membakar mobil milik Ade, warga Bojongkaum, Kelurahan Panglayungan.

Karena sudah gelap mata oleh rasa dendam, YH membawa karung dari rumahnya dengan maksud membakar mobil. Sesampainya di lokasi, YH menyimpan karung itu di bawah mobil grand max dan membakarnya.

“Saya sudah gelap mata oleh rasa sakit hati dan dendam. Saya berpikir harus membalas rasa sakit hati itu. Maka saya membawa karung dan dibakar di kolong mobil, selanjutnya saya pergi,” kata YH.

Akibat perbuatannya itu, mobil pik-up milik Ade terbakar. Bahkan dua mobil yang berada di dekatnya ikut terbakar. Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Sementara itu Kapolsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan semula menyangka kejadian tersebut akibat korsleting listrik. Tapi setelah hasil olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan, ternyata kebakaran itu bukan akibat korsleting listrik. Sekitar seminggu melakulan penyelidikan, akhirnya dapat mengungkap kasus tersebut.

“Benar, awalnya ada laporan dari warga mobil terbakar. Setelah dilakulan olah TKP dan penyelidikan, ada kejanggalan atas terbakarnya itu. Selanjutnya ditindaklanjuti di lapangan,” ucapnya.

Menurutnya, hasil olah TKP terungkap bahwa itu disimpulkan bukan akibat korsleting listrik, namun ada unsur kesengajaan. Atas kesimpulan itu, pihaknya pun meningkatkan penyelidikan, melakukan pemeriksaan saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.

Selama seminggu melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi, hingga akhirnya mengarah pada tersangka. Tidak membutuhkan waktu lama, tersangka pun berhasil diringkus.

“Tak membutuhkan waktu lama, setelah diperoleh titik terang pelakunya langsung diamankan,” tuturnya.

Dikatakan dia, tanpa mengelak pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku juga mengakui perbuatannya itu didasari sakit hati terhadap korban. Antara tersangka dengan korban pernah ada permasalahan. Kemudian tersangka melampiaskan kekesalannya dengan membakar mobil korban.

“Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara karena melanggar pasal 187 KUHPidana,” tuturnya.

Dijelaskan Didik, kasus ini berawal dari 3 buah mobil yang sedang terparkir di Kampung Gunungbalaba, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (29/06/2020) malam pukul 22.30. Sebanyak 3 unit mobil hangus terbakar dalam satu malam.

Ketiga mobil itu adalah pick-up Grand Max warna putih bernopol Z 8832 KG milik Ade (53), warga Bojong Kaum, Cipedes, sedan Toyota Corola Dx bernopol D 1480 KN, milik Dani (32) warga Panglayungan, Cipedes. Kemudian pick-up Suzuki tanpa plat nomor sudah rusak alias tidak jalan milik Ujang Doon (40), warga Panglayungan, Cipedes.

Api diduga muncul dari mobil pick-up Grand Max. Akibat kebakaran itu, ketiga mobil mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan kembali. Kerugian ditaksir sekitar Rp 90.000.000. (@fen) **

Senin, 06 Juli 2020

Masih Punya Tunggakan, Ijazah Siswa Ditahan, Sang Ayah Hanya Titikkan Air Mata


Oyi, orang tua siswa./visi.news/zaahwan aries.

GARUT.- Perasaan sedih terlihat jelas di raut muka Oyi Supriatna (52).  Warga Kampung Cireundeu Sipah, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat,  ini mengaku sangat menyesal karena tak bisa membantu anaknya yang baru lulus dari sebuah SMK untuk mendapatkan tanda kelulusannya.

Oyi mengaku sangat merasa bersalah karena gara-gara dirinya tak bisa bekerja lagi, anak laki-laki pertamanya, Reza Subagja (18) kini tak bisa mengambil tanda kelulusan dari sekolahnya. Hal ini karena anaknya masih punya tunggakan piutang ke sekolah sebesar Rp 2 juta.

Dikisahkannya, ia sudah tak mampu lagi bekerja untuk mencari nafkah sejak 8 bulan terakhir tepatnya setelah pandangan matanya kabur. Hal ini terjadi menyusul penyakit diabetes yang sudah dideritanya sejak 5 tahun lalu.

"Sebagai kepala keluarga, seharusnya saya yang menanggung semua kebutuhan keluarga, mulai  makan hingga biaya sekolah. Namun untuk saat ini saya bukannya tak mau bertanggung jawab, tapi karena kondisi saya yang sudah tak punya kemampuan akibat pandangan saya yang sudah kabur," ujar Oyi saat ditemui di rumah adiknya di kawasan Kampung Cireundeu Sipah, Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Senin (6/7), seperti dilansir situs berita VISI.NEWS.

Sewaktu kondisi kesehatannya masih baik, diungkapkan Oyi, dirinya bekerja di bidang pertanian dengan penghasilan yang cukup untuk menafkahi keluarganya. Begitu pun setelah dirinya menderita penyakit diabetes, ia masih bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Namun semuanya berubah total setelah penyakit diabetes yang dideritanya mulai menimbulkan dampak lebih buruk dimana pandangan matanya mulai kabur. Sejak saat itu sehari-harinya ia hanya bisa terduduk di teras rumahnya.

Diakuinya, begitu mendengar kabar anak sulungnya akan lulus dari sebuah SMKN, ia merasa sangat bahagia dan bangga. Ia berharap anaknya bisa segera bekerja karena kebetulan ada program yang akan diikuti agar bisa bekerja di Jepang.

Namun sayang, kebahagiaan yang dirasakan Oyi langsung berubah menjadi kesedihan yang begitu dalam karena anaknya tak bisa mengambil tanda kelulusan. Hal ini karena pihak sekokah menahan tanda kelulusan anaknya karena masih mempunyai piutang sebesar Rp 2 juta ke sekolah.

"Sejak pandangan mata saya kabur, saya memang sudah tak bisa lagi melakukan kewajiban saya sebagaimana layaknya seorang kepala keluarga. Saya tak bisa lagi bekerja sehingga tak lagi bisa memberikan biaya untuk kebutuhan keluarga termasuk biaya sekolah anak saya," katanya.
 
Di matanya, Reza merupakan anak yang sangat rajin dan mempunyai semangat belajar yang tinggi. Hal ini sudah terlihat sejak Reza masih belajar di bangku SD hingga SMK. 

Meski jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh, Reza tak pernah segan berjalan kaki baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Ia pun tak pernah  mengeluh walau harus berangkat sekolah dengan hanya membawa bekal Rp 1.000 atau Rp 2.000 saja.

Oyi menuturkan, jika teringat akan kesungguhan anaknya untuk belajar, tak jarang ia sampai menitikkan air matanya. Apalagi dengan kondisinya yang seperti saat ini yaitu dirinya sama sekali tak berdaya ketika anaknya menemui kesulitan karena tak bisa mengambil tanda kelulusannya di sekoah.

Disampaikan Oyi, menurut keterangan anaknya, tanda kelulusannya tak bisa diambil karena pihak sekokah meminta sisa tunggakan uang SPP, uang buku, dan biaya perpisahan dilunasi dulu. Pihak sekolah baru akan memberikan tanda kelulusan Reza kalau tunggakan sebesar Rp 2 juta tersebut sudah dilunasi.

"Saya benar-benar bingung dan sedih dibuatnya. Sampai-sampai saya nyaris nekad pinjam uang ke rentenir, untung saya keburu sadar dari mana nanti cari untuk membayarnya?" ucap Oyi.

Lebih jauh Oyi menceritakan, dengan didampingi anggota BPD (Badan Perwakilan Desa), Senin pagi istrinya telah mencoba datang ke SMKN 18, tempat anaknya selama ini menimba ilmu. Maksud kedatangan istrinya tak lain untuk membicarakan kesulitan dirinya.

Sementara itu, istri Oyi, Dede Sumarni mengatakan bahwa pihak sekolah memintanya tetap harus menyelesaikan administrasi. Besok ia diminta datang lagi ke sekolah dengan membawa uang meskipun belum penuh sebesar Rp 2 juta.

"Saat ini saya juga masih bingung karena besok harus datang lagi ke sekokah dengan membawa sebagian uang tunggakan yang tetap harus dibayar. Saya sendiri mengaharapkan ada kebijakan dari pihak sekokah untuk memberikan keringanan atau membebaskan iuran karena memang kami sama sekali tak punya uang," kata ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai tukang obras pakaian ini. (@fen) ** 


Polisi Ringkus Pelaku Pembakar 3 Unit Mobil di Cipedes Kota Tasikmalaya


Tersangka pembakar tiga unit kendaraan roda empat berhasil dibekuk tim Reskrim Polsek Indihiang./visi.news/ayi kuraesin.

TASIKMLAYA.-
Unit Reskrim Polsek Indihiang, Polres Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meringkus seorang pria berinisial YH (29), Senin (6/7) dini hari. Tersangka yang diketahui warga Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, tersebut diduga sebagai pelaku pembakaran tiga unit mobil

Melansir VISI.NEWS, Kapolsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi membenarkan terkait penangkapan tersebut. Pelaku diduga sebagai pelaku pembakar tiga unit mobil di wilayah Cipedes. Saat itu pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat ada tiga unit kendaraan yang terbakar di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes.

Atas laporan tersebut, pihaknya melakulan penyelidikan. Sekitar seminggu melakulan penyelidikan, akhirnya dapat mengungkap kasus tersebut. Awalnya, menduga terbakarnya mobil tersebut akibat terjadi korsleting arus listrik kendaraan. Namun hasil olah TKP, terjadinya kecurigaan bahwa itu bukan akibat korsleting.

"Benar, awalnya ada laporan dari warga mobil terbakar. Setelah dilakulan olah TKP dan penyelidikan, ada kejanggalan atas terbakarnya itu. Selanjutnya ditindaklanjuti di lapangan," kata Didik Rohim Hadi.

Menurutnya, hasil olah TKP terungkap bahwa itu bukan akibat korsleting listrik, namun ada unsur kesengajaan. Atas kesimpulan itu, pihaknya pun meningkatkan penyelidikan, melakukan pemeriksaan saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.

Selama seminggu melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi, hingga akhirnya mengarah pada tersangka. Tidak membutuhkan waktu lama, tersangka pun berhasil diringkus. 

"Tak membutuhkan waktu lama, setelah diperoleh titik terang pelakunya langsung diamankan," tuturnya. 

Dikatakan Didik, tanpa mengelak pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku juga mengakui perbuatannya itu didasari sakit hati terhadap korban. Antara tersangka dengan korban pernah ada permasalahan. Kemudian tersangka melampiaskan kekesalannya dengan membakar mobil korban. 

"Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara karena melanggar pasal 187 KUHPidana," tuturnya. 

Dijelaskan Didik, kasus ini berawal dari 3 unit mobil yang sedang terparkir di Kampung Gunungbalaba, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (29/6) malam pukul 22.30, ada 3 unit mobil ludes terbakar dalam satu malam. 

Ketiga mobil itu adalah pick up Grand Max warna putih bernopol Z 8832 KG milik Ade (53), warga Bojongkaum, Cipedes, sedan Toyota Corola Dx bernopol D 1480 KN, milik Dani (32) warga Panglayungan, Cipedes. Kemudian pick up Suzuki tanpa plat nomor sudah rusak alias tidak jalan milik Ujang Doon (40), warga Panglayungan, Cipedes.

Api diduga muncul dari mobil pick up Grand Max. Akibat kebakaran itu, ketiga mobil mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan kembali. Kerugian ditaksir sekitar Rp 90.000.000.(@fen) **

Minggu, 05 Juli 2020

PILKADA 2020 JABAR: Herman Suherman-TB Mulyana Melenggang di Pilkada Cianjur




Ilustrasi Pilkada Serentak./ayobandung.com/ist.

CIANJUR.- Rekomendasi Partai Nasdem melengkapi pasangan Herman Suherman-TB Mulyana Syahrudin mengantongi 11 kursi, menjadikannya sebagai kontestan di Pilkada Cianjur 2020.

Turunnya rekomendasi dari Partai Nasdem, berarti sudah 11 kursi (Nasdem 6, PAN 3, PPP 2) yang mengusung pasangan ini atau cukup untuk tiket syarat minimal pencalonan.

Surat rekomendasi dari DPP Partai Nasdem diserahkan oleh Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur, Oni S Sandi, di sela-sela kegiatan pelantikan pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Cianjur di Le Eminence Hotel Cipanas, Cianjur, Minggu (5/7) malam.

"Rekomendasi ini melengkapi rekomendasi sebelumnya dari PAN dan PPP. Jadi untuk syarat pendaftaran sudah memenuhi satu tiket," ujar Oni kepada wartawan, Minggu (5/7), seperti dilansir ayobandung.com.

Pihaknya optimistis bisa memenangi pasangan Herman Suherman-TB Mulyana dengan basis data digital anggota partai yang saat ini sedang dalam proses.

"Dengan basis data itu bisa diperkirakan data pemilih yang akan memenangi pilkada nanti," kata Oni.

Oni pun menjamin Partai Nasdem Kabupaten Cianjur solid. Hal ini dibuktikan dengan pengukuhan dan pelantikan pengurus yang dilakukan berbarengan dengan penyerahan surat rekomendasi.

"Kami jamin solid, kalau ada kader atau pengurus yang mendukung pasangan lain, ada sanksi pemecatan," tandas Oni.

Sementara itu, Herman Suherman dan pasangannya, TB Mulyana Syahrudin, mengaku yakin bisa memenangi kontestasi dalam pilkada setelah mendapatkan kepastian diusung minimal 3 partai.

Menurut Herman, dengan diterimanya rekomendasi dari Partai Nasdem berarti sudah cukup satu tiket untuk mendaftar ke KPU.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Partai Nasdem yang sudah merekomendasikan pasangan Herman Suherman dan TB Mulyana Syahrudin untuk maju dalam pilkada nanti," kata Herman.

Herman yakin Partai Golkar pun akan menyusul menyampaikan surat rekomendasi.

"Pasangan saya kan Ketua Partai Golkar, jadi sudah pasti bakal menyusul," imbuh Herman.

Herman pun yakin perjuangannya dalam pencalonan ini akan memberi hasil maksimal karena kerja keras sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

"Perjuangan saya dengan Pak TB Mulyana sudah panjang, jadi kami yakin hasilnya pun akan maksimal," ujarnya. (@fen) **

Di Senin Pagi, Antrean Penumpang Mengular di Stasiun Bogor

Antrean penumpang mengular di Stasiun Bogor./istimewa.

BOGOR.- Suasana di Stasiun Bogor tampak ramai penumpang pada Senin (6/7) pagi. Masyarakat mengantre untuk dapat naik kereta rel listrik (KRL).

Salah satu pengguna akun Twitter @lisakarismawati menggunggah video yang menampilkan antrean penumpang. Tampak antrean mengular sejak subuh.

"Selamat pagi dari para pejuang commuter @CommuterLine @CurhatKRL," tulis @lisakarismawati. 

Netizen lainnya mengaku sudah mengantre satu jam untuk dapat naik KRL di Stasiun Bogor. Menurutnya, antrean pagi ini membeludak.

"Luar biasa sih stasiun bogor. Dateng jam 5 dan jam 6 masih di sini Ntah kenapa antrian yg mau naik @CommuterLine di bogor membludak luar biasah !!!! 1 jam pegel buk !!!," tulis @berlianadewii3.

Sementara itu, akun Twitter resmi PT KCI mengimbau penumpang untuk tetap menjaga jarak demi kesehatan bersama.

"Kami imbau untuk senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan & mematuhi marka Physical Distancing yg tersedia serta mengatur kembali waktu perjalanan," tulis @CommuterLine. (@fen) **


CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...