Iklan 8

Selasa, 07 Juli 2020

WARTA DUNIA: Presiden Penentang Lockdown Ini Kena Corona



Pemimpin negara yang selalu meremehkan virus corona kini dinyatakan positif Covid-19./afp/evaristo sa.

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Presiden Brasil Jair Bolsonaro, pemimpin negara yang selalu meremehkan virus corona kini dinyatakan positif Covid-19.

Respons Bolsonaro terhadap pandemi dikritik oleh berbagai pihak. Dia bahkan turut menentang lockdown. Menurut dia, kebijakan karantina dan lockdown hanya merusak perekonomian negara.

Dia juga menolak perintah untuk tinggal di rumah yang diberlakukan oleh sejumlah gubernur di Brasil untuk menahan penyebaran virus corona.

Dalam sebuah kesempatan pada pertengahan April lalu, Bolsonaro ikut turun ke jalan dan bergabung bersama ratusan demonstran untuk memprotes kebijakan lockdown, menjaga jarak, dan berdiam diri di rumah. Dia merangkul orang-orang yang berada di supermarket lokal dan gerai roti.

Pria yang dijuluki "Trump dari Brasil" itu menganggap kebijakan lockdown membuat pemerintah tidak bisa mendapatkan pemasukan sehingga tak memiliki cukup uang untuk menggaji pegawai negeri.

Sejak awal penyebaran, Bolsonaro kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa.

Bolsonaro dinilai memiliki lebih banyak musuh daripada teman di negaranya sendiri. Dia juga sempat menghabiskan waktu berlibur di sebuah resor ski di tengah pandemi.

Akibat Covid-19, Brasil mengalami krisis kesehatan masyarakat terburuk sejak wabah virus Zika pada tahun 2015.

Saat ini Brasil menjadi negara kedua dengan kasus corona terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Berdasarkan data statistikWorldometer, hingga Rabu (8/7) Brasil memiliki 1.674.655 dan 66.868 ribu kematian.

Gubernur dan wali kota di Brasil telah mengambil tindakan sendiri akibat lonjakan kematian, sementara Bolsonaro menentang tindakan itu dan mendorong para pendukungnya untuk ikut menentang mereka.

Dia memecat Menteri Kesehatan, Luiz Henrique Mandetta, terkait kebijakan lockdown itu.

Hanya saja, dalam waktu kurang dari sebulan, menteri kesehatan baru, Nelson Teich, memilih mengundurkan diri dengan alasan tidak cocok dengan sang presiden.

Dia juga memveto sejumlah pasal dalam RUU protokol kesehatan selama pandemi seperti pasal terkait kewajiban setiap perusahaan atau majikan menyediakan masker dan alat pelindung diri dari virus bagi para staf.

Semakin banyaknya kasus corona membuat sejumlah rumah sakit kewalahan, begitu juga layanan pemakaman.

Bolsonaro sendiri dinyatakan positif Covid-19 setelah empat kali dites usai mengalami demam. Menurut CNN, seperti juga dilansir CNN Indonesia, dia terinfeksi berdasarkan hasil pemeriksaan paru-paru yang dijalani pada Senin (6/7).

Bolsonaro menyampaikan langsung kabar itu dalam siaran langsung di televisi. Dalam pidato itu, Bolsonaro terlihat mengenakan masker dan meminta semua orang supaya menjauh darinya untuk sementara.

Dia dikabarkan sudah mengambil cuti selama sepekan untuk istirahat dan melakukan karantina. Bolsonaro mengaku telah menjalani rontgen paru-paru di rumah sakit militer sebagai tindakan pencegahan.

Selain melakukan tes Covid-19, dia juga telah mengkonsumsi obat hydroxchloroquine sebagai tindakan pencegahan.

Seperti dikutip dari AFP, di usia 65 tahun, Bolsonaro berada di salah satu kategori risiko tertinggi akibat virus yang telah membunuh lebih dari setengah juta orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 12 juta jiwa. (@fen)**

Kasek SMAN 18 Garut Bantah Tahan Ijazah Siswa karena Belum Bayar Iuran


Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat,  Asep Sudarsono./visi.news/zaahwan aries

WARNA-warni-WARTA.blogspot.com.- Berita tanda kelulusan atau ijazah salah seorang siswa yang ditahan dengan alasan belum bayar iuran, dengan tegas dibantah Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 18 Garut, Sofyan Hidayat. 

Menurut Sofyan, pihak orang tua siswa telah salah paham sehingga beranggapan pihak sekolah telah menahan ijazah anaknya hanya karena belum melunasi iuran sebesar Rp 2 juta.

"Tidak benar, kenyataannya bukan seperti itu. Pihak sekolah punya kebijakan kok untuk membantu siswa termasuk memberikan semua kebutuhan siswa yang telah lulus," kata Sofyan di ruang Kepsek, Selasa (7/7), seperti dilansir situs VISI.NEWS.

Menurut Sofyan, jangankan siswa yang hanya mempunyai tunggakan Rp 2 juta, yang lebih besar dari itu juga tak ditahan ijazahnya. Ia mencontohkan, ada siswa yang masih punya tunggakan hingga Rp 10 juta, tetapi ijazahnya tetap diberikan setelah orang tuanya datang ke sekolah.

Terkait ungkapan yang dilontarkan orang tua Afrizal, siswa yang ijazahnya ditahan pihak sekolah, yang menyebutkan telah datang ke sekolah. Akan tetapi tetap diminta untuk membayar setengahnya, Sofyan juga membantah hal itu. Ia tetap bersikukuh jika orang tua Afrizal telah salah paham karena sebenarnya tak ada alasan bagi pihak sekolah untuk menahan ijazah siswa.

Di masa pandemi Covid-19 ini, tutur Sofyan, sekolah memberikan keringanan kepada para orang tua siswa dalam hal iuran. Hal itu pun telah disampaikan kepala sekolah ke tiap wali kelas sehingga tak mungkin jika sampai ada ijazah siswa yang lulus ditahan.

"Untuk apa pihak sekolah menahan ijazah siswa? Silahkan saja orang tuanya datang ke sekolah untuk membawa ijazah anaknya dan tidak usah dibayar kalau memang tak punya. Hampir semua STTB siswa hari ini sudah bisa dibawa, kecuali anak atau orang tuanya yang tidak datang ke sekolah," tegas Sofyan. 

Terkait adanya uang perpisahan yang menurut orang tua siswa juga harus dibayar, Sofyan menegaskan bahwa hal itu juga tidak perlu. Apalagi untuk tahun ini memang tidak ada kegiatan perpisahan yang dilaksanakan di sekolah.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Asep Sudarsono, menyebutkan pihaknya tak mengharapkan adanya pengaduan jika pihak sekolah menahan ijazah siswa hanya dengan alasan belum melunasi iuran. 

"Pihak sekolah punya kebijakan untuk memberikan keringanan kepada siswa tidak mampu. Namun memang harus ada persyaratan yang dibuat pihak orang tua, yakni membuat pernyataan dan mengajukan ke sekolah," ujar Asep.

Menurutnya, pernyataan itu sangat dibutuhkan pihak sekolah untuk pertanggungjawaban. Jika suatu saat ada orang tua siswa lain yang mempertanyakan. 

"Maka pihak sekolah bisa membuktikan keabsahan tersebut. Dan pihak sekolah pun tentu tak akan sampai mempersulit," kata Asep. 

Asep jmenandaskan,  pihak orang tua siswa tak perlu membayar uang iuran untuk perpisahan karena tahun ini tak ada kegiatan apa pun di sekolah. Di masa Covid-19 jangankan perpisahan, pelaksanaan Ujian Nasional pun dibatalkan.

Asep mengaku, pihaknya telah memerintahkan Kepala SMAN 18 untuk membantu meringankan siswa kurang mampu. Ia pun meminta orang tua Afrizal untuk datang ke sekolah, mengambil ijazah anaknya agar bisa dipergunakan sesuai keperluan. (@fen) **


Dendam Dituduh Curi Ayam, YH Nekat Bakar 3 Unit Mobil



Tersangka pembakar 3 unit mobil digelandang ke kantor polisi./visi.news/ayi kuraesin.

TASIKMALAYA - Pelaku pembakar 3 unit mobil, YH (29) warga Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku nekat membakar mobil karena sakit hati yang kemudian timbul rasa dendam setelah dituduh mencuri ayam.

YH tidak merasa mencuri ayam. Namun pemilik mobil Ade Solihat (53) menuduh YH mencuri ayam. Atas tuduhannya itu YH merasa sakit hati dan menyimpan dendam untuk membalas rasa sakitnya itu.

Hingga suatu saat, YH melepas rasa sakit hati dan dendamnya itu dengan membakar mobil milik Ade.

“Saya merasa sakit hati dan dendam setelah dituduh mencuri ayam. Padahal saya tidak mencuri,” ucap YH sambil tertunduk saat dalam pemeriksaan, Selasa (7/7), seperti dilansir VISI.NEWS.

Menurutnya, atas tuduhan itu YH merasa sakit hati yang hingga ke ubun-ubun, hingga timbul rasa dendam. Perasaan dendam itu dilampiaskan YH dengan membakar mobil milik Ade, warga Bojongkaum, Kelurahan Panglayungan.

Karena sudah gelap mata oleh rasa dendam, YH membawa karung dari rumahnya dengan maksud membakar mobil. Sesampainya di lokasi, YH menyimpan karung itu di bawah mobil grand max dan membakarnya.

“Saya sudah gelap mata oleh rasa sakit hati dan dendam. Saya berpikir harus membalas rasa sakit hati itu. Maka saya membawa karung dan dibakar di kolong mobil, selanjutnya saya pergi,” kata YH.

Akibat perbuatannya itu, mobil pik-up milik Ade terbakar. Bahkan dua mobil yang berada di dekatnya ikut terbakar. Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Sementara itu Kapolsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan semula menyangka kejadian tersebut akibat korsleting listrik. Tapi setelah hasil olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan, ternyata kebakaran itu bukan akibat korsleting listrik. Sekitar seminggu melakulan penyelidikan, akhirnya dapat mengungkap kasus tersebut.

“Benar, awalnya ada laporan dari warga mobil terbakar. Setelah dilakulan olah TKP dan penyelidikan, ada kejanggalan atas terbakarnya itu. Selanjutnya ditindaklanjuti di lapangan,” ucapnya.

Menurutnya, hasil olah TKP terungkap bahwa itu disimpulkan bukan akibat korsleting listrik, namun ada unsur kesengajaan. Atas kesimpulan itu, pihaknya pun meningkatkan penyelidikan, melakukan pemeriksaan saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.

Selama seminggu melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi, hingga akhirnya mengarah pada tersangka. Tidak membutuhkan waktu lama, tersangka pun berhasil diringkus.

“Tak membutuhkan waktu lama, setelah diperoleh titik terang pelakunya langsung diamankan,” tuturnya.

Dikatakan dia, tanpa mengelak pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku juga mengakui perbuatannya itu didasari sakit hati terhadap korban. Antara tersangka dengan korban pernah ada permasalahan. Kemudian tersangka melampiaskan kekesalannya dengan membakar mobil korban.

“Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara karena melanggar pasal 187 KUHPidana,” tuturnya.

Dijelaskan Didik, kasus ini berawal dari 3 buah mobil yang sedang terparkir di Kampung Gunungbalaba, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin (29/06/2020) malam pukul 22.30. Sebanyak 3 unit mobil hangus terbakar dalam satu malam.

Ketiga mobil itu adalah pick-up Grand Max warna putih bernopol Z 8832 KG milik Ade (53), warga Bojong Kaum, Cipedes, sedan Toyota Corola Dx bernopol D 1480 KN, milik Dani (32) warga Panglayungan, Cipedes. Kemudian pick-up Suzuki tanpa plat nomor sudah rusak alias tidak jalan milik Ujang Doon (40), warga Panglayungan, Cipedes.

Api diduga muncul dari mobil pick-up Grand Max. Akibat kebakaran itu, ketiga mobil mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan kembali. Kerugian ditaksir sekitar Rp 90.000.000. (@fen) **

CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...