Jakarta, W-3.Blogspot.com,- Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat membekuk dua pria berinisial SF (38) dan AS (36) yang telah merusak mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Rumah Sakit Eva Sari, Cempaka Putih.
Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwadi mengatakan, SF dan AS melakukan tindakan konyol karena kartu ATM mereka tertelan, Minggu (10/2).
Pada saat itu keduanya ingin mengambil uang dan menebus obat.
"Pelaku secara bersama-sama merusak mesin ATM dengan mengunakan tangan kosong dan batu konblok warna merah," sebut Purwadi, Selasa (12/2), seperti dilansir jpnn.com.
Dia menambahkan, ulah dua pria itu terungkap setelah seorang satpam rumah sakit mendengar suara ribut dari arah mesin ATM.
Ketika disambangi, ternyata keduanya tengah merusak mesin ATM dengan tangan kosong.
Satpam itu sempat menegur dan melarang SF dan AS untuk berhenti merusak mesin ATM.
Dia juga meminta kedua pelaku menghubungi pihak bank terkait. (*)
Iklan 8
Rabu, 13 Februari 2019
Rusak Mesin ATM Gara-gara Hal Sepele
Mendikbud Minta Guru & Siswa Teken Kontrak Belajar
Depok, W-3.Blogspot.com,- Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) Muhadjir Effendy meminta guru dan siswa membuat kontrak belajar. Dalam kontrak belajar itu dibuat hak dan kewajiban pihak masing-masing yakni siswa dan guru. Kontrak belajar itu kemudian diteken oleh siswa dan guru saat masuk pertama sekolah.
“Jadi siswa baru wajib teken kontrak belajar. Dan kontrak belajar itu harus dibacakan siswa setiap hari saat memulai belajar, seperti janji Saptamarga yang diucapkan prajurit TNI. Ini agar ada doktrin bagi siswa untuk mematuhi peraturan sekolah," kata Menteri Muhadjir usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusdiklat Kemendikbud, Bojongsari, Depok, Rabu (13/2), sebagaimana dilansir jpnn.com.
Dia mencontohkan, sistem pembelajaran di Pondok Pesantren. Siswa dan guru mengetahui posisinya masing-masing. Wajar bila jarang ditemukan siswa melakukan tindakan bullying dan kekerasan terhadap gurunya.
"Kewibawaan guru saat ini sedang diuji. Saya yakin, siswa-siswa yang melakukan kekerasan terhadap gurunya belum mendapatkan pendidikan karakter di sekolahnya. Secara teori mungkin sudah, tapi substansialnya belum," tuturnya.
Menteri Muhadjir berharap, ada metode yang mengikat guru dan siswa. Sementara ini, dia menilai kontrak belajar itu salah satu solusi mengatasi banyaknya masalah tindakan kekerasan siswa pada guru. (*)
CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa
Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...
-
SABADA sasalaman Mang Sana dan Aah marapah mapay jalan kalayan manah taya kahamham. Mang Sana sapaparat jalan ngabayang-bayang b...
-
Raray Aah katara marahmay basa nampanan alat pamayar pamahanan Tarman. "Jam sabaraha Aa datang ka papan Aah?" "Pa...
-
"NYA, Mang Sana." "Ah?" kata Mang Sana basa Aah maksad mapah. "Ada apa Mang?" "Mamang aya mak...