Iklan 8

Rabu, 15 Juli 2020

WARTA CRIME: Polisi Siap Tangkap Mucikari Hana Hanifah

Hana Hanifah./instagram/@hanaaaast.

JAKARTA, News-warta.blogspot.com.- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyatakan siap membantu Polrestabes Medan, Sumatra Utara, memburu tersangka J dalam kasus prostitusi yang melibatkan artis FTV Hana Hanifah. Sebab, terduga mucikari yang berprofesi sebagai fotografer itu disebut-sebut berada di Jakarta.

"Enggak masalah kita, kan satu kesatuan dengan Polda Sumut. Kalau memang ini, enggak ada masalah kita pasti back up," kata Tubagus saat dikonfirmasi, Rabu (15/7), seperti dilansir Suara.com .

Polrestabes Medan sebelumnya menyatakan masih memburu J selaku terduga mucikari yang menawarkan Hana Hanifah dengan harga Rp 20 juta kepada A seorang pengusaha asal Kota Medan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hana Hanifah pun mengakui bahwa dirinya kerap bertemu dengan J di kawasan Senayan, Jakarta.

"Kasus ini akan terus kita dalami. Untuk tersangka J akan kita kejar ke Jakarta," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko, Selasa (14/7).

Dalam kasus ini polisi sendiri telah memulangkan Hana Hanifah ke Jakarta usai diperiksa dengan setatus sebagai saksi. Artis FTV itu tidak ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan lantaran polisi berdalih bahwa Hana Hanifah hanyalah korban dalam kasus perdagangan manusia.

"HH ini diiming-imingi uang oleh tersangka J untuk melayani A di Kota Medan. Sehingga kita anggap dia sebagai korban," kata Riko.

Kendati begitu, Riko mengemukakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menetapkan Hana Hanifah sebagai tersangka. Penetapan status tersangka itu bisa terjadi jika Hana Hanifah terbukti menerima uang dari hasil prostitusi online.

Sebab hingga kini baru diketahui bahwa Hana Hanifah telah menerima uang yang ditransfer dari tersangka J sebesar Rp 20 juta. Selain itu, J juga menghubungkan Hana Hanifah kepada tersangka R yang turut menjanjikan sejumlah uang dan menjamin kebutuhan hidup selama Hana Hanifah berada di Kota Medan.

"Kita sedang telusuri siapa pengirim uang kepada HH. Jika terbukti bahwa uang tersebut terkait dugaan prostitusi, kemungkinan HH bisa jadi tersangka," ujar Riko. (@fen) **

Senin, 13 Juli 2020

WARTA CORONA: Ini di Jabar, Tak Pakai Masker Kena Denda Sampai Rp 150 Ribu!



Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil./detikcom/ist.

BANDUNG, News-warta.blogspot.com.- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan denda bagi masyarakat yang tak menggunakan masker. Denda senilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu akan diberlakukan mulai 27 Juli 2020 mendatang

"Kami akan melakukan pendisiplinan. Proses edukasi, teguran sudah dilakukan. Tahap ketiga disiplin dengan denda. Dari (Rp) 100 -150 ribu kepada mereka yang tidak menggunakan masker di tempat umum," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai melakukan rapat koordinasi di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (13/7), seperti dilansir detik.com.

Kang Emil menuturkan denda diberlakukan bagi masyarakat yang tak menggunakan masker di tempat umum. Sementara di tempat pribadi, tak ada kewajiban.

"Kalau di ruang pribadi itu pilihan, di rumah tidak wajib. Mau pake silahkan untuk kewaspadaan. Kalau dia sedang pidato seperti saya tidak harus (pakai masker) , olahraga kardio tinggi, lari kencang, sepeda kencang, diizinkan (tidak menggunakan masker), sedang makan dibolehkan. Di luar itu ada denda," kata Kang Emil.

Pemberlakuan denda ini akan dilakukan selama 14 hari dan dimulai pada 27 Juli 2020. Pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Proses ini akan dilakukan selama 14 hari dimulai pada 27 Juli. Pemberlakuan dendanya akan dimulai. Sebelum itu akan ada finalisasi sosialisasi. Mudah-mudahan tidak ada yang banyak yang kena denda," tuturnya.

Kang Emil mengatakan pemberlakuan denda ini dilakukan mengingat dari pengamatan dan laporan, masih banyak yang tidak menggunakan masker di lapangan.

"Ini hasil monitor dan laporan dari Kapolda, banyak orang yang cuek tidak menggunakan masker," katanya.

Selain membayar denda, sambung Emil, ada pilihan lain dalam penggunaan sanksi yakni kurungan atau kerja sosial.

"Kalau tidak bisa membayar denda, pilihannya opsinya kurungan atau kerja sosial yang finalisasinya sedang disiapkan pak Kajati," katanya. (@fen) **

WARTA CRIME: Misteri Kematian Editor Metro TV: Luka Tusuk di Leher-Dada

Ilustrasi./steven depolo./ist

JAKARTA, News-warta.blogspot.com.- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan luka tusukan di leher menjadi penyebab utama  kematian video editor Metro TV, Yodi Prabowo.

"Hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati penyebab utamanya tusukan di leher," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (13/7), seperti dilansir CNN Indonesia.

Yusri menuturkan dari hasil autopsi ditemukan dua luka tusuk di tubuh korban. Luka tusuk di leher, kata Yusri, menyebabkan luka robek. Sedangkan luka tusuk di dada, disebut mengenai iga dan menembus paru-paru korban.

Dugaan sementara, kata Yusri, alat yang digunakan oleh pelaku untuk menusuk Yodi adalah pisau dapur. Sebab, di lokasi kejadian ditemukan sebilah pisau dapur.

"Ada pisau dapur di situ, ini indikasi sementara pisau dapur digunakan untuk menusuk korban, ini dugaan sementara," ujarnya.

Yusri menerangkan sampai saat ini polisi telah memeriksa 23 saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.

"23 saksi tersebut adalah orang-orang terdekat dan orang-orang yang memang dianggap perlu oleh penyidik untuk diambil keterangannya, termasuk orang kantornya," tuturnya.

Pada Jumat (10/7) lalu, video editor Metro TV, Yodi Prabowo ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Ulujami, Jakarta Selatan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari Jumat (10/7), ketika anak-anak yang sedang bermain layangan di pinggir tol menemukan jasad tergeletak. Mereka lalu melaporkan kepada warga lain, yang lalu menghubungi polisi.

Sebelumnya, tak jauh dari lokasi ditemukan mayat, pada Rabu (8/7) warga menemukan sepeda motor matik warna putih yang terparkir dengan mesin sudah dingin. Motor itu kemudian dilaporkan, dan diamankan polisi.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengusut penyebab kematian video editor Metro TV Yodi Prabowo. Bahkan, kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak dari unit K9 untuk membantu pelacakan. (@fen) **


Minggu, 12 Juli 2020

WARTA SELEB: Artis FTV Ditangkap Polisi, Diduga Terkait Prostitusi Online


HH (23), artis FTV ditangkap polisi di Medan, Senin (13/) dini hari WIB./istimewa/via suara.com.

MEDAN, Newswarta.blogspot.com.- Seorang wanita yang disebut-sebut sebagai artis FTV berinisial HH ditangkap polisi dari sebuah hotel di Kota Medan pada Senin (13/7) dini hari.

Publik figur bertubuh mungil itu diamankan personel Satreskrim dan Intelkam Polrestabes Medan. Ia diamankan polisi dari sebuah kamar hotel bersama seorang teman lelaki.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko membenarkan ihwal penangkapan seorang wanita yang merupakan artis tersebut. Polisi menangkap HH setelah mendapat informasi bahwa ada mucikari yang bisa menghadirkan artis.

"Saat diamankan H (23) ini bersama seorang laki-laki di salah satu hotel di Kota Medan," kata Kombes Riko Sunarko, seperti dilansir Suara.com.

Kata Riko, keduanya diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Sementara untuk dugaan prostitusi online, Riko mengatakan sedang dilakukan penyelidikan terhadap keduanya.

Saat diamankan ke Mapolrestabes Medan, wanita mungil itu menutupi wajahnya dengan masker dengan mengenakan jaket serta penutup kepala.

Saat turun dari mobil berwarna hitam, HH tampak menutup wajahnya dan diapit petugas yang menggiringnya masuk ruang penyidik Unit PPA.

"Pria yang bersama HH ini juga diamankan dan dilakukan pemeriksaan mendalam terkait dugaan prostitusi online," Riko menambahkan. (@fen) **


WARTA DUKA: Gelagat Aneh Yodi Prabowo Sebelum Ditemukan Tewas

Ayah Yodi Prabowo, Suwandi jelaskan gelagat aneh anaknya sebelum ditemukan tewas./okezone/hambali.

TANGERANG SELATAN, News-warta.blogspot.cm.- Orangtua almarhum Yodi Prabowo (26) editor video Metro TV,  mengungkap adanya perubahan tingkah laku putranya.

Perubahan itu disampaikan sang ayah, Suwandi. Kata dia, hari-hari belakangan almarhum Yodi makin rajin beribadah di musala dan masjid dekat rumah. Khususnya jika memasuki waktu-waktu salat 5 waktu.

"Salatnya rajin, rajinnya sampe dia ke Masjid Al-Jihad. Dia kalau subuh keluarin motor pakai sarung. Tetangga juga kan sering bareng. Mungkin lebih dari sebulan, yang jelas ibadahnya makin meningkat. Saya lihat perubahannya itu," katanya saat ditemui di rumahnya, Jalan Alle Raya, RT 06 RW 08, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (12/7), seperti dilansir Okezone.

Dilanjutkan Suwandi, putranya itu termasuk anak yang pendiam. Bisa dikatakan, Yodi tidak pernah bercerita soal apa pun persoalan kepadanya. Dia pun merasa haru, lantaran jarang sekali bertemu dan berbincang di rumah.

"Kalau saya kan kerja normal. Berangkat pagi pulang sore, tapi kalau anak saya kan berangkat sore, berangkat pagi. Jadi kalau saya berangkat pagi, pulang sore, sorenya kan nggak ketemu. Begitu anak saya pulang jam satu malam, dia kan pas saya bangun berangkat pagi, dia masih tidur. Paling mamanya, kalaupun ada (curhat)," ungkapnya.

Dikatakannya, pada hari terakhir almarhum Yodi di rumah yakni Selasa 7 Juli 2020, ada gelagat tak biasa ditunjukkan Yodi terhadap sang ibu, Turinah. Ketika itu, Yodi terus membuntuti ibunya seolah hendak menyampaikan sesuatu.

"Memang kayak bingung kata istri pas hari Selasa, dia ngikutin tumben-tumbenan. Istri saya masak dia ikutin, istri saya ke depan dia ikutin, mungkin dia mau ngomong sesuatu sebelum berangkat itu. Tapi nggak ngomong. Ya boleh dibilang kayak galau-galau. Ada sesuatu yang pangen diomongin," ucapnya. (@fen) **

Sabtu, 11 Juli 2020

WARTA SELEB: Raffi Ahmad Ditawari Menjadi Wakil Wali Kota Oleh Putri Wapres Ma'ruf Amin

Raffi Ahmad ditawari menjadi wakil wali kota oleh putri Wapres Ma'ruf Amin./tribunwow.com/ist.

JAKARATA, News-warta.blogsot.com.-  Presenter Raffi Ahmad kedatangan tamu spesial yang ternyata adalah putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin. 

Siti Azizah Ma'ruf, datang ke rumah Raffi bersama suaminya, M. Rapsel Ali.

Ternyata, selain untuk menjalin silaturahmi, kedatangan Siti tersebut untuk mengajak Raffi menjadi wakilnya dalam perhelatan pemilihan wali kota Tangerang Selatan tahun 2020.

Diketahui, Siti akan maju menjadi calon wali kota Tangerang Selatan pada pemilihan kepala daerah yang rencananya akan digelar bulan Desember 2020.

Peristiwa tersebut direkam dalam tayangan yang diunggah di akun YouTube keluarga Raffi, Rans Entertainment, Sabtu (11/7).

Raffi yang kegirangan didatangi sosok tokoh politik di rumahnya langsung menyambut Siti dan Rapsel. Ia terlihat akrab dengan suami Siti yang ternyata sudah dikenalnya sejak lama.

"Waduh ini satu kehormatan nih, ibu bisa datang ke rumah. Seadanya aja ibu ya," kata Raffi merendah, seperti dilansir Tribunwow.com.

"Iya, seadanya aja gini," balas Siti memuji.

"Nggaklah bu," ujar Raffi.

"Ini satu kehormatan buat kita. Jadi ini silaturahmi karena kan kalau temen-temen ini subscribernya Rans ini udah pada tahu kalo digambar-gambar udah banyak wajahnya ibu."

"Kita doakan menjadi wali kota Tangerang Selatan, Isyaallah lancar," lanjutnya.

Siti kemudian langsung menyatakan maksudnya mendatangi rumah Raffi dan istrinya Nagita tersebut.

Selain untuk menengok pasangan itu dan putra mereka, Siti ternyata ingin mengajak Raffi untuk menjadi wakilnya saat maju pada Pilkada 2020.

"Mau nengok Raffi, negok Nagita, negok Rafathar," ujar Siti.

"Sekalian mau nawarin Raffi, mau ndak jadi wakil saya?," tanyanya yang langsung disambut seruan Raffi dan Nagita dengan antusias.

Mendengar hal tersebut Raffi langsung tertawa sementara Nagita memegang kepalanya sambil membalikkan tubuh.

"Bolehlah saya nanti diajarin sama ibu," jawab raffi.

Ia kemudian mempersilakan Siti dan suaminya untuk duduk bersama di ruang makan rumahnya.

Sementara itu, Nagita dan asisten rumah tangganya mempersiapkan santapan untuk makan bersama dengan para tamunya tersebut.

"Bro, ini di rumah digangguin terus sama bunda. Bilang, 'Yang nanti kan aku punya potensi jadi pemimpin'," kata Rapsel memulai pembicaraan yang langsung dipotong Raffi.

"Wuah, tapi aku tuh," sambar Raffi yang salah tingkah tak mampu berkata-kata.

"Kapan lagi kan?," balas Siti membujuk.

"Tapi apakah aku sudah siap atau belum, kan aku perlu banyak belajar juga ibu," lanjutnya kemudian.

Siti membesarkan hati Raffi dan mengatakan bahwa ia bisa saja belajar menjadi pemimpin daerah.

"Kalau belajar sama yang di sebelah," kata Siti sambil menunjuk suaminya.

"Negarawan kita nih, Pak Rapsel," ucap Raffi menyetujui.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya telah lama mengenal menantu Wapres Ma'ruf Amin tersebut.

"Ini kan kalo aku berkawan sama Pak Rapsel udah lama banget. Udah 10 tahun kali bro. Lebih 10 tahun kita naik motor bareng-bareng," tutur Raffi.

"Sekarang pak Rapsel ini sudah menjadi anggota dewan. Waktu itu di Makassar ya bro ya?," tanyanya yang dibalas anggukan Rapsel.

Siti kembali membujuk Raffi agar bersedia mendampinginya menjadi wakil dengan menyinggung artis lain yang sudah berhasil menjadi kepala daerah.

"Kan sekarang banyak artis, mau jadi Bupati, Gubernur, iya kan?," tanya Siti meyakinkan.

"Nah, sekarang Raffi. Nggak usah jauh-jauh kan tetangga," lanjutnya. (@fen) **


WARTA CORONA: Temuan Corona di Klaster Secapa AD Diawali Ketidaksengajaan



KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (ketiga kiri) didampingi istri Diah Erwiany (kedua kiri) tiba untuk mengikuti pelepasan jenazah Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Minggu (10/5/2020)./antara/m risyal hidayat.

BANDUNG, WARNA-warni-Warta.blogspot.com.- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menjelaskan ihwal kasus penularan virus corona (Covid-19) yang terjadi di lingkungan Kompleks Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Andika mengatakan mulanya ada dua prajurit siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira Cimahi. Kedua prajurit itu mengaku mengalami gejala sakit bisul disertai demam. Sedangkan, satu prajurit lainnya masalah tulang belakang.

"Tepatnya dua minggu lalu, saya mendapat laporan dari Komandan Secapa AD. Diawali ketidaksengajaan dua siswa berobat ke RS Dustira," ucap Andika di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Sabtu (11/7), seperti dilansir CNN Indonesia.

Keduanya, lanjut Andika, lantas menjalani pemeriksaan tim medis di RS Dustira dengan metode swab sebagai prosedur otoritas layananan kesehatan. Ternyata, hasil kedua siswa itu positif terjangkit corona.

Tim medis lalu melapor kepada Markas Besar TNI AD di Jakarta. Pimpinan di Jakarta kemudian mengirim 1.400 alat rapid tes. Menurut Andika, jumlah alat rapid tes sebanyak itu untuk memeriksa 1.198 prajurit siswa dan 200-an pelatih serta staf.

"Awalnya ada 187 orang yang hasil rapid test-nya reaktif sehingga dicurigai terinfeksi Covid-19. Dari situ saya kirim VTM (alat tes PCR) ke Kakesdam kemudian dilakukan swab dari situ kemudian jumlahnya bertambah terus hingga 1.280 orang," ujar Andika.

Andika merinci sebanyak 991 prajurit siswa terjangkit virus corona, sedangkan sisanya 289 orang merupakan staf anggota Secapa dan keluarganya. Sebagian besar dari mereka yang positif itu melakukan karantina mandiri, dan hanya 17 orang yang dirawat di rumah sakit.

Dari 17, satu negatif dan 16 masih positif tapi semua tidak merasakan gejala apa pun.
"Satu negatif masih di sana karena masalah TBC paru-paru," tutur Andika.

Andika kemudian mengunjungi Secapa TNI AD siang tadi (kemarin, red). Dalam kesempatan itu, dia menanyakan secara acak siswa yang positif dengan penerapan protokol kesehatan.

"Di Secapa, saya tanya satu per satu ambil tiga orang tidak ada pengkondisian. Saya tanya apa yang dirasakan dan mereka bilang yang dirasakan sama sekali tidak ada (gejala)," ucap Andika.

KSAD juga menjelaskan bahwa sejak Selasa (7/7) sudah dilakukan swab tahap kedua. Dari tes swab kedua, hasilnya ada 14 yang dinyatakan negatif. Sedangkan, 296 masih menunggu hasil lab.

"Sekarang, siswa maupun staf Secapa yang tadinya 1.280 itu sudah berkurang (karena hasil negatif Covid-19). Dari siswa kurang 17 dari staf kurang 12," ucapnya.

Andika menambahkan, siswa dan staf yang sudah negatif kini berada di tempat terpisah di Secapa AD.

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung, kini telah dilakukan karantina wilayah. Institusi pendidikan negara itu menjadi klaster penularan baru terkait Covid-19 di wilayah Jabar.

"Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni, yaitu klaster di Secapa TNI AD. Total, di sini (positif) 1.262 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta. (@fen) **

CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...