Iklan 8

Sabtu, 12 September 2020

CERITA PINKAN MAMBO: Blak-Blakan Jualan Pisang Goreng dan Pegang Uang Cuma Rp 10.000


Pinkan Mambo menangis./youtube/melaney ricardo./merdeka.com

POS-cerita.blogspot.com - Mantan personel duo ratu, Pinkan Mambo blak-blakan berbicara mengenai kondisi perekonomian keluarganya yang sempat mengalami kesulitan beberapa tahun belakangan. 

Hal tersebut ia sampaikan di video terbaru yang diunggah di kanal Youtube Melaney Ricardo.

Dalam video tersebut, Pinkan mengatakan bahwa dirinya sempat mengalami kesulitan bahkan sekadar  untuk makan. Berikut informasi selengkapnya:

Dalam video terbaru dengan tajuk 'DARI PENYANYI DI USA SAMPAI JADI TUKANG PISANG KELILING!', Pinkan Mambo menceritakan kehidupan pribadinya yang harus bekerja keras banting tulang untuk menghidupi 6 orang anaknya setelah tak lagi aktif di industri hiburan.

Pinkan mengaku bahwa dirinya harus memutar otak dan rela mencari uang halal dengan cara apa pun untuk anak-anaknya. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya sempat stres dan hampir gila.

"Gara-Gara karena kepepet itu gue jadi pintar Mel, sekarang aku juga mulai dipanggil-panggil buat ngelawak gue gak tahu bisa ngelawak ya karena kepepet Mel," cerita Pinkan.

Jualan Pisang Goreng

Pinkan mengaku bahwa dirinya sempat berjualan pisang dari warung ke warung demi bisa bertahan hidup bersama ke-enam orang anaknya.

"Aku jual pisang goreng dari warung ke warung pakai motor sama anak aku, itu cuma untung lima ribu, dua ribu, recehan aku kumpulin," kata Pinkan.

Pernah Cuma Pegang uang Rp10 Ribu

Dalam video tersebut, Pinkan mengaku bahwa dirinya pernah hanya memegang uang sebesar Rp10 ribu dari hasil berjualan pisang goreng bersama anaknya. Ia pun menangis mengingat perjuangannya saat harus menggunakan uang Rp10 ribu tersebut untuk mencukupi kebutuhan dia dan anak-anaknya.

"Aku kumpulin untung jualan Rp10 ribu terus aku masuk ke minimart, Aku bilang sama Misya (anak Pinkan) ini sepuluh ribu kita beli apa," kata Pinkan sambil menangis.

Hanya Cukup untuk Beli Beras & Sirup

Karena tak ada lagi uang tambahan, Pinkan mengatakan jika ia hanya bisa membeli beras satu liter dan juga satu botol sirup untuk dia dan anak-anak.

"Oke kita beli beras satu liter atau setengah liter aja, terus anak-anak kan butuh vitamin terus kita beli apa coba bukan buah. Kita beli sirup supaya anak-anak ada gizinya," cerita Pinkan.

Bisnis Mulai Berkembang

Sejak awal Pinkanlah yang turun langsung dalam bisnisnya. Mulai berbelanja, memasak, hingga mengantar ke konsumen. Berkat ketangguhan dan semangat Pinkan, bisnis baru yang tengah digelutinya semakin menunjukkan titik terang.

Kini Pinkan sudah tidak perlu repot-repot mengantar pesanan langsung ke pelanggan. Mantan teman duet Maia Estianty ini sekarang sudah memiliki jasa kurir sendiri yang siap mengantar pesanan pelanggan ke berbagai wilayah. (@fen/merdeka.com) **

Rabu, 09 September 2020

Cerita dari India: Nenek 86 Tahun "Dikeureuyeuh" Pemerkosa di Ladang nan Sepi

Perkosaan terhadap nenek berusia 86 tahun gegerkan India, negara yang mencatat puluhan ribu kejahatan ini per tahun./bbcnews/ist.

POS-cerita-blogspot.com - Kasus perkosaan kembali menggegerkan India. Kali ini korban tindak kejahatan ini adalah seorang nenek berusia 86 tahun di ibu kota Delhi.

"Korban sedang menunggu kiriman dari tukang susu di luar rumahnya pada Senin (7/9/2020) malam saat didekati pelaku," kata Swati Maliwal, direktur Komisi Delhi untuk Perempuan.

"Pelaku mengatakan bahwa tukang susu tidak datang dan ia menawarkan diri mengantar korban ke tempat pengambilan susu," kata Maliwal.

Nenek tersebut percaya dengan penuturan pelaku, kata Maliwal. Di tengah jalan, di satu ladang pertanian, pelaku memperkosa korban.

"Korban menangis dan meminta pelaku untuk meninggalkannya. Ia mengatakan dirinya tak ubahnya nenek pelaku. Tapi permintaan ini diabaikan. Pelaku tetap melaksanakan aksinya...," kata Maliwal.

Nenek tersebut diselamatkan oleh warga yang kebetulan lewat, yang mendengarnya menangis. Warga juga menangkap pelaku, yang kemudian diserahkan kepada polisi setempat.

Maliwal menemui korban pada keesokan harinya yang ia gambarkan dalam kondisi yang mengenaskan.

"Wajah dan badannya memar-memar ... ia mengatakan mengalami pendarahan di vagina. Ia sangat trauma dengan kejadian yang menimpanya," ujar Maliwal.

Ia mendesak agar pelaku perkosaan dihukum mati.

Satu perkosaan setiap 15 menit

Perkosaan dan kejahatan seksual menjadi pembicaraan nasional sejak Desember 2012, ketika seorang mahasiswi berusia 23 tahun diperkosa beramai-ramai di atas bus di Delhi.

Beberapa hari kemudian, mahasiswi ini meninggal akibat luka-luka yang ia derita. Empat pelakunya dihukum gantung.

Hukuman berat tak membuat angka perkosaan menurun di India. Catatan resmi menunjukkan, terjadi 33.997 kasus perkosaan pada 2018, setara dengan satu perkosaan setiap 15 menit. Namun para pegiat meyakini, angka yang sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak kasus perkosaan yang tidak dilaporkan.

Banyak yang tidak diberitakan, hanya yang paling brutal  yang biasanya dimuat oleh media. Beberapa hari lalu, seorang sopir ambulans dilaporkan memperkosa pasien Covid-19 yang tengah ia angkut ke rumah sakit.

Bulan lalu, seorang bocah berusia 13 tahun diperkosa di ladang tebu. Mata korban dicongkel dan lidahnya dipotong, menurut penuturan sang ayah.

Pada bulan Juli, seorang anak berumur enam tahun diculik dan diperkosa. Pelaku melukai korban dengan harapan korban tidak mengenalinya. Melihat usia korban, pegiat Yogita Bhayana, mengatakan tidak ada kelompok usia yang aman dari ancaman perkosaan. Ia mengatakan korban mulai dari usia satu bulan hingga 60-an tahun.

Setelah perkosaan brutal pada 2012 yang dikutuk masyarakat internasional, India mengeluarkan undang-undang baru yang menjatuhkan hukuman berat bagi pelaku perkosaan. Pemerintah juga menjanjikan proses hukum yang cepat untuk kasus perkosaan.

Namun, para pegiat meyakini, di lapangan tak ada perubahan yang signifikan. Tatkala seorang pria korban perkosaan angkat bicara
Majalah Singapura picu kemarahan karena 'salahkan' korban perkosaan.
Perempuan memaksa laki-laki berhubungan seks, apakah itu tergolong perkosaan?
Bhayana mengatakan ini semua karena melindungi perempuan bukan menjadi prioritas pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir ia menulis lebih dari 100 surat kepada Perdana Menteri Narendra Modi mendesak keadilan bagi para korban perkosaan. Namun tak satu pun pemerintah mengirim surat balasan.

"Mengapa perdana menteri tak mau membahas masalah ini secara terbuka?" kata Bhayana.

'Tak ada yang menganggap sebagai masalah penting'

Saat masih menjadi oposisi, Modi menyebut Delhi sebagai "ibu kota perkosaan". Dan setelah berkuasa, ia sempat menyinggung soal kasus-kasus perkosaan di India, yang sebut sebagai hal yang sangat memalukan.

Ia meminta orang tua agar memberi pendidikan yang benar kepada anak laki-laki mereka. Namun setelah itu, kata para pegiat, Modi praktis bungkam di tengah naiknya angka kasus perkosaan. Kecuali pada 2018, ketika tersiar berita beberapa anggota partai yang ia pimpin terlibat dalam kasus perkosaan.

Bagi pegiat seperti Bhayana, tidak ada satu formula ampuh untuk mengatasi kejahatan gender.

Harus diambil banyak tindakan agar masalah ini bisa ditekan, mulai dari reformasi yudisial, perubahan perilaku aparat penegak hukum, hingga metode forensik yang lebih akurat.

Di luar itu semua, kata Bhayana, perlu ada kesadaran gender. "Kita harus mengubah cara pandang, agar kita bisa mencegah tindak kejahatan ini," katanya.

"Ini tidak gampang. Saya sudah menjadi aktivis selama delapan tahun. Saya tak pernah bertemu satu orang pun yang menganggap masalah ini sebagai persoalan penting," kata Bhayana. (@fen/sumber: bbcnews) **

Cerita dari Jerman: Di Hamburg Ada Toko Seks dan Bioskop Porno

Ilustrasi/tangkapan layar/deutsche welle/ist.

NEGARA bagian Jerman Nordrhein-Westfalen telah mengizinkan para pekerja seks di sana kembali bekerja. Sementara Hamburg, Bremen, dan Schleswig-Holstein baru akan melakukan pelonggaran pekan depan. 

Pekerja seks komersial (PSK) di negara bagian Jerman Nordrhein-Westfalen, Hamburg, Bremen, dan Schleswig-Holstein, telah diizinkan kembali bekerja setelah sempat dilarang karena penerapan pembatasan ketat pandemi corona di awal tahun.

Kebijakan pelarangan pekerja seks untuk beroperasi di masa pandemi itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Administratif Nordrhein-Westfalen.

Sehingga mulai Selasa (8/9) kemarin, PSK di negara bagian Nordrhein-Westfalen sudah diizinkan kembali bekerja. Sementara para pekerja seks di tiga negara bagian lainnya baru diizinkan untuk kembali bekerja pada 15 September mendatang.

Pengadilan tinggi menilai larangan tersebut melanggar prinsip proporsionalitas dan maka dari itu perlu dibatalkan. Pengadilan mencontohkan pusat kebugaran yang saat ini telah dibuka bahwa di dalamnya juga terdapat peningkatan aktivitas pernapasan.

Selain itu, masih belum jelas apakah risiko infeksi dari aktivitas seksual antara dua orang lebih tinggi dibandingkan pesta pribadi yang bisa saja dihadiri lebih dari 100 orang.

Berbeda dengan negara bagian Nordrhein-Westfalen, rumah-rumah bordil di Hamburg, Bremen, dan Schleswig-Holstein baru akan kembali dibuka pekan depan.

Pembukaan akan dilakukan menyusul pengumuman Menteri urusan Sosial Kota Hamburg, Melanie Leonhard, yang mengatakan akan ada pelonggaran pembatasan secara bertahap mulai pekan depan.

Dia menyebut hal ini sudah dikoordinasikan di antara tiga negara bagian. Sistem pemerintahan federal jerman memang mengizinkan masing-masing 16 negara bagian Jerman untuk menyusun kebijakannya sendiri soal Covid-19. 

Para pekerja seks di Hamburg, Bremen, dan Schleswig-Holstein – negara bagian paling utara Jerman - akan diminta untuk menyimpan kontak pelanggan untuk melacak potensi rantai penyebaran virus corona. Mereka hanya boleh melayani pelanggan yang telah membuat perjanjian.

“Acara-acara prostitusi dan prostitusi di kendaraan masih akan dilarang,” tutur Leonhard.

Hamburg sendiri terkenal dengan wilayah Reeperbahn, sebuah kawasan klub malam, toko seks, bioskop porno, dan rumah bordilnya. Pencabutan larangan ini bak kemenangan bagi para pekerja seks di utara Jerman.

Meski begitu, pada pekan lalu, rumah bordil terbesar Eropa, Pascha, yang berlokasi di Köln, dilaporkan harus gulung tikar akibat masalah keuangan selama pandemi. 

Hingga berita ini diturunkan, Jerman mencatat lebih dari seperempat juta kasus positif Covid-19.

Dari angka tersebut, sedikitnya 9.000 kasus meninggal dunia. (@fen/dw/dpa/afp) **

Selasa, 08 September 2020

Cerita dari Prancis: Bunuh Seekor Lalat, Dapur Hancur

NASIB sial menimpa seorang laki-laki berusia 80-an tahun. Saat itu ceritanya dia hendak menyantap makan malamnya ketika seekor lalat terbang di dekat tubuhnya.

Dia lalu mengambil raket listrik yang didesain untuk membunuh serangga. Saat dia berusaha memukul lalat itu, tabung gas di rumahnya bocor.

Reaksi antara raket listrik dan gas itu kemudian memicu ledakan yang menghancurkan dapur dan sebagian atap rumahnya.

Menurut cerita BBCnews, merujuk cerita pemberitaan media massa lokal, laki-laki itu dapat menyelamatkan diri dari ledakan tersebut. Dia disebut hanya mengalami luka bakar di bagian tangan.

Bagaimanapun, media Sud-Ouest melaporkan, nasib lalat yang diincar laki-laki itu belum diketahui.

Laki-laki berusia lanjut itu kini tinggal sementara di lokasi perkemahan selama keluarga memperbaiki rumahnya. 

Seorang warga desa Parcoul-Chenaud di sisi barat daya Prancis meledakkan sebagian rumahnya saat dia tengah berusaha memukul seekor lalat. (fen) **


Senin, 24 Agustus 2020

Cerita dari India: Karena Corona, Pekerja Seks Cari Profesi Baru (2/habis)

"KAMI juga mendesinfeksi ruangan sebelum dan sesudah digunakan oleh pelanggan,” kata Kajol Bose, seorang pekerja seks dan sektretaris DMSC.

“Sejumlah pekerja seks yang berkelas tinggi bisa menghasilkan uang lewat telepon atau internet.Tapi ini bukan opsi buat kami semua,” katanya lagi.

Direktur LSM Prerana, Priti Patkar, mengatakan bisnis telepon seks tidak terjangkau buat banyak pekerja seks.

“Ini cuma opsi buat mereka yang biasa melayani klien berpenghasilan menengah atau tinggi,” kata dia.

“Tapi pekerja seks berupah rendah seringkali tidak memiliki kemampuan, ruang atau koneksi untuk melakukannya.” 

Sumber pemasukan alternatif 

Patkar mengatakan, sejumlah pelacur berhasil mencari uang di luar profesinya.
LSM Prerana mengklaim berhasil menghimpun dana pinjaman bagi perempuan untuk membuka bisnis kecil-kecilan, seperti warung bahan makanan atau kedai teh.

Para perempuan yang bergabung dalam DMSC juga mendapat kerja membuat masker atau produk disinfektan yang digunakan oleh komunitasnya sendiri.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami juga akan mulai memproduksi baju pelindung PPE.
Ketika kami meningkatkan kapasitas produksi, kami ingin menjual barang-barang ini di masa depan,” ujar penasehat DSMC, Jana.

Namun begitu selama pandemi, kebanyakan tetap tidak mampu menemukan mata pencaharian baru.

“Beberapa juga menghadapi penganiayaan dan kekerasan dari mucikari masing-masing,” kata Patkar.

Ketika sebagian besar buruh migran pulang ke kampung halaman saat lockdown diberlakukan, kebanyakan pekerja seks memilih bertahan di kota besar.

“Kembali ke desa? Itu sama sekali bukan pilihan buat saya. Saya tidak diinginkan di sana,” kata Mira, seorang pekerja seks di kawasan Kamathipura, Mumbai. (@fen/sumber: dw) **

Minggu, 23 Agustus 2020

Cerita dari India: Karena Corona, Pekerja Seks Cari Profesi Baru (1)

Ilustrasi/deutsche welle/ist.

BISNIS prostitusi di India ikut beradaptasi dengan pandemi. Ketika sebagian menggalakkan uji temperatur atau desinfeksi berganda, yang lain beralih menawarkan layanan seks jarak jauh via telepon atau internet.

Ketika India memasuki periode pertama lockdown pada 25 Maret silam, ratusan ribu pekerja seks di seluruh negeri kehilangan mata pencaharian sehari-hari.
Kini bantuan mulai mengalir secara perlahan.

Namun, kebanyakan tetap kelimpungan bertahan hidup dengan pendapatan yang sudah jauh berkurang.

“Sampai akhir Juni, pekerja seks tidak menghasilkan apa-apa,” kata Priti Patkar, Direktur LSM anti perdagangan manusia, Prerana, di Mumbai.

“Di sini, polisi bertindak tegas sehingga tidak ada lagi aktivitas di rumah pelacuran,” imbuhnya kepada DW.

“Saat ini ada bantuan berupa gandum dan perlengkapan makan, tapi ini tidak membantu para perempuan membayar uang sewa atau utang.” 

Sejak awal pandemi, pemerintah menyediakan bantuan bahan pangan bagi warga miskin, termasuk para pekerja seks komersial.

“Tapi pemerintah hanya membagikan kepada mereka yang punya kartu sembako.
Lebih dari 50% pekerja seks di India tidak punya kartu itu atau jenis dokumen lain,” kata Smarajit Jana, Penasehat Utama Komite Durbar Mahila Samanwaya (DMSC), sebuah organisasi bantuan kemanusiaan.

DMSC mewakili 65.000 pekerja seks.
Lembaga ini ikut memberikan bantuan berupa bahan pangan, tisu disinfektan dan perlengkapan kerja lain.

Organisasi itu berkantor pusat di kawasan Sonagachi di Kolkata, kawasan prostitusi terbesar di Asia.

Beradaptasi dengan pandemi Kawasan-kawasan mesum di India kembali hidup usai pemerintah mencabut aturan larangan keluar rumah.

Pemulihan bisnis prostitusi dikawal ketat, dengan berbagai aturan kesehatan.
“Kami mengetes suhu tubuh pelanggan dan mengecek apakah mereka punya gejala (Covid-19), ketika mereka memasuki distrik ini. (bersambung/fen/sumber: dw) **

Rabu, 19 Agustus 2020

CERMIN: Om Julig & Kayu Balok

EMANG sih si Om Julig ganteng tidak, tapi machonya boleh juga. Tapi bukan itu yang aku ngebet.

Ya, aku ngebet ama obral duitnya. Om Julig begitu murah tangan ngasih duit ama cewek, cewek cantik dan seksi tentunya. Mengingat hal itu, aku tak pelit ngasih senyum, ya cuma senyum.

"Masak cuma senyum?" tanya Om Julig.

"Emang maunya apa Om?"

"Kiss, dong!"

"Boleh, duitnya!" kataku.

Dia tak sungkan ngasih duit lagi meski cuma lima ribu perak, tapi pan kalo untuk 500 kali ciuman, lebih dari lumayan. Itu pun cuma kukasih ciuman lengan, kalau minta lebih misalnya ke daerah sensitif tentu bayarannya harus berlipat-lipat.

Tapi dasar lelaki udah napsu kagila-gila keding, Om Julig sanggupi bayar mahal dan minta ciuman lebih asoy. Maka, kurela monyongkan bibir untuk diciuminya.

Dan.....saat kupejamkan mata menanti ciuman si pria buaya Om Julig, blep! Sebuah tonjokan mampir ke bibirku. Aku pun menjerit menahan sakit.

Ketika kubuka mataku.....ya amplop, Tante Rita, istri si Om Julig sudah berkacak pinggang, di tangannya kayu balok yang siap dihunjamkan ke kepalaku.

"Nasib, nasiiiiib......" begitulah Cermin alias Cerita Mimin. (*)

CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...