Iklan 8

Minggu, 05 Juli 2020

Sejoli Bareng Tewas di Kos, Polisi Temukan Cairan Misterius

Pasangan kekasih tewas di kos di Badung, Bali, Minggu (5/7)./beritabali.com/via suarajatim.id.

BADUNG.- Pasangan kekasih Kadek Ardana (29) dan Kadek Suartini (28) ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali pada Minggu (5/7) pagi.

Di kamar kos itu ditemukan beberapa botol air mineral berisi cairan misterius diduga racun yang kemungkinan digunakan untuk bunuh diri.

Pertama kali ditemukan anggota buser Polsek Kuta Utara, kondisi Kadek Ardana sangat mengenaskan. Dari mulut pria asal Desa Panji, Sukasada, Buleleng itu mengeluarkan busa diduga usai meminum cairan berbahaya tersebut.

Sedangkan pacarnya Kadek Suartini sama sekali tidak ditemukan mulut berbusa. Hanya saja, perempuan asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu terlihat luka seperti sengatan panas di bagian pinggul kiri, lutut, betis dan paha, bahkan hingga mengeluarkan kotoran di bagian anus.

Menurut Kasubag Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian pasangan kekasih tersebut.

Dari keterangan saksi Putu Mertayasa (32) terungkap pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 WITA, saksi datang ke TKP bersama pamannya, Made Sukarma. Maksud kedatangan tak lain ingin melihat kondisi saudaranya Kadek Suartini yang sejak kemarin tidak bisa dihubungi via telpon.

Setibanya di lokasi, kedua saksi berusaha membuka pintu kamar korban tapi terkunci dari dalam. Melihat itu, saksi Made Sukarma berusaha naik ke atas pintu. Ia pun kaget melihat korban laki-laki terbaring di lantai dengan posisi tengadah.

"Saksi memaksa mendobrak pintu kamar dan melihat laki-laki terbaring di lantai. Sedangkan korban perempuan berada di kamar mandi dengan posisi tengkurap. Saksi kemudian mengangkat tubuh keponakannya itu disamping laki-laki," ujar Iptu Oka sebagaimana dilansir SuaraJatim.id dari Beritabali.com. 

Aparat Polsek Kuta yang menerima informasi tersebut mendatangi TKP. Polisi memeriksa seluruh ruangan dan menemukan botol mineral berisi cairan yang diduga digunakan untuk bunuh diri.

Adapun barang-barang yang ditemukan di dalam kamar kos yakni 2 buah HP di atas meja, 2 buah botol mineral masih berisi sedikit cairan berwarna biru.

Selain itu ada juga 1 gelas warna merah dan di sampingnya ada pisau kater di atas meja dapur dan 1 botol mineral dekat tabung gas di dalam kamar berisi cairan warna merah muda.

Sementara ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian kedua korban. Namun dari keterangan saksi Lukman yang juga tetangga kos korban, keduanya memang kerap terlihat bertengkar. Dua hari lalu sebelum ditemukan tewas keduanya bertengkar hebat.

"Informasi dari tetangga kos, dua hari lalu keduanya bertengkar hebat. Keduanya berstatus pacaran tinggal sekamar," ungkap Iptu Oka.

Selanjutnya, petugas identifikasi Polres Badung melakukan olah TKP. Sekitar pukul 11.40 WITA, ambulance BPBD Kabupaten Badung tiba di TKP dan membawa jenasah korban ke RSUD Mangusada Kapal, Mengwi Badung. (@fen) **

Pasangan kekasih tewas di kos di Badung, Bali, Minggu (5/7)./beritabali.com/via suarajatim.id.

BADUNG.- Pasangan kekasih Kadek Ardana (29) dan Kadek Suartini (28) ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali pada Minggu (5/7) pagi.

Di kamar kos itu ditemukan beberapa botol air mineral berisi cairan misterius diduga racun yang kemungkinan digunakan untuk bunuh diri.

Pertama kali ditemukan anggota buser Polsek Kuta Utara, kondisi Kadek Ardana sangat mengenaskan. Dari mulut pria asal Desa Panji, Sukasada, Buleleng itu mengeluarkan busa diduga usai meminum cairan berbahaya tersebut.

Sedangkan pacarnya Kadek Suartini sama sekali tidak ditemukan mulut berbusa. Hanya saja, perempuan asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu terlihat luka seperti sengatan panas di bagian pinggul kiri, lutut, betis dan paha, bahkan hingga mengeluarkan kotoran di bagian anus.

Menurut Kasubag Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kematian pasangan kekasih tersebut.

Dari keterangan saksi Putu Mertayasa (32) terungkap pada Minggu (5/7) sekitar pukul 10.30 WITA, saksi datang ke TKP bersama pamannya, Made Sukarma. Maksud kedatangan tak lain ingin melihat kondisi saudaranya Kadek Suartini yang sejak kemarin tidak bisa dihubungi via telpon.

Setibanya di lokasi, kedua saksi berusaha membuka pintu kamar korban tapi terkunci dari dalam. Melihat itu, saksi Made Sukarma berusaha naik ke atas pintu. Ia pun kaget melihat korban laki-laki terbaring di lantai dengan posisi tengadah.

"Saksi memaksa mendobrak pintu kamar dan melihat laki-laki terbaring di lantai. Sedangkan korban perempuan berada di kamar mandi dengan posisi tengkurap. Saksi kemudian mengangkat tubuh keponakannya itu disamping laki-laki," ujar Iptu Oka sebagaimana dilansir SuaraJatim.id dari Beritabali.com. 

Aparat Polsek Kuta yang menerima informasi tersebut mendatangi TKP. Polisi memeriksa seluruh ruangan dan menemukan botol mineral berisi cairan yang diduga digunakan untuk bunuh diri.

Adapun barang-barang yang ditemukan di dalam kamar kos yakni 2 buah HP di atas meja, 2 buah botol mineral masih berisi sedikit cairan berwarna biru.

Selain itu ada juga 1 gelas warna merah dan di sampingnya ada pisau kater di atas meja dapur dan 1 botol mineral dekat tabung gas di dalam kamar berisi cairan warna merah muda.

Sementara ini, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian kedua korban. Namun dari keterangan saksi Lukman yang juga tetangga kos korban, keduanya memang kerap terlihat bertengkar. Dua hari lalu sebelum ditemukan tewas keduanya bertengkar hebat.

"Informasi dari tetangga kos, dua hari lalu keduanya bertengkar hebat. Keduanya berstatus pacaran tinggal sekamar," ungkap Iptu Oka.

Selanjutnya, petugas identifikasi Polres Badung melakukan olah TKP. Sekitar pukul 11.40 WITA, ambulance BPBD Kabupaten Badung tiba di TKP dan membawa jenasah korban ke RSUD Mangusada Kapal, Mengwi Badung. (@fen) **

Sherina Munaf Ikut Kritik Kalung Antivirus Corona

Sherina Munaf./instagram 

JAKARTA.- Penyanyi Sherina Munaf turut memberi kritik soal rencana Kementan akan memproduksi kalung antivirus corona atau covid-19. 

Lewat akun Twitter miliknya, anak Triawan Munaf itu mempertanyakan jurnal ilmiah tentang kalung antivirus berbasis pohon kayu putih atau eucalyptus tersebut. 

"Ditunggu jurnal ilmiah kalung eucalyptus vs Covid-19," ungkap Sherina Munaf, Minggu (5/7), seperti dilansir jpnn.com.

Pemain film Wiro Sableng itu berharap wacana produksi kalung antivirus corona atau Covid-19 oleh Kementerian Pertanian dikaji ulang. Jangan sampai, kata Sherina Munaf, langkah tersebut justru menelan korban jiwa nantinya. 

"Semoga nyawa tidak melayang karena takhayul yang diilmiahkan," tambah Sherina Munaf. 

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian berencana memproduksi kalung antivirus yang diklaim mampu membunuh virus corona atau Covid-19. Padahal vaksin virus corona secara global belum ditemukan. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa antivirus itu merupakan racikan yang menggunakan bahan baku dalam negeri, salah satunya pohon kayu putih. Menurutnya, antivirus dengan bentuk kalung itu adalah hasil riset dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 

Rencana produksi massal kalung antivirus corona atau Covid-19 itu kini tengah jadi perbincangan di media sosial. (@fen) **

Gugus Tugas Tentang Hebohnya Kalung Antivirus Corona

Ilustrasi corona./net./ist.

JAKARTA.- Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian tengah mengembangkan sebuah kalung antivirus corona. Lantas apakah kalung tersebut ampuh menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, saat ini pihaknya belum mengetahui apakah kalung tersebut benar ampuh mencegah virus corona.

“Kami tidak punya data teknis dan uji klinisnya,” ujar Yuri melalui pesan singkatnya, Senin (6/7), seperti dilansir Okezone.com.

Karena itulah, Yuri tak bisa berkomentar lebih lanjut ihwal kalung antivirus yang sedang diperdalam Kementan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kalung berwarna hijau dan bertuliskan Antivirus Corona ini mengandung tanaman Atsiri (eucalyptus). Dari hasil lab, katanya kalung ini bisa mematikan virus corona.

“Ini antivirus hasil Balitbangtan, eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 jenis, 1 yang bisa mematikan Corona hasil lab kita," tutur Yasin.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan menggandeng PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) dalam pengembangan dan produksi kalung Antivirus Corona.

Penandatanganan perjanjian Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus pun telah dilakukan perwakilan Balitbangtan dan Eagle Indo Pharma.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian resmi meluncurkan inovasi antivirus berbasis eucalyptus. Antivirus ini bahkan telah berhasil mendapatkan hak patennya. (@fen) **

Pendaki Gunung Guntur Garut Hilang Diduga Diumpetin Jin, Saat Ditemukan Sudah Telanjang Lemas

GARUT.- Afrizal Putra Martian (16), pendaki Gunung Guntur yang sempat dinyatakan hilang pada Sabtu (4/7/2020), akhirnya berhasil ditemukan. Warga Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat,  ini ditemukan dalam kondisi selamat, tetapi kondisinya sangat lemah.

Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian terhadap Afrizal, pendaki Gunung Guntur yang dinyatakan hilang./visi.news/zaahwan aries.

Menurut Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah, pihaknya menerima laporan ada seorang pendaki di kawasan Gunung Guntur Garut yang hilang pada Sabtu (4/7/2020) malam. Pascamenerima laporan, pihaknya langsung mengirimkan tim ke lokasi untuk membantu melakukan upaya pencarian.

Dikatakannya, dari informasi yang didapatkannya, korban yang merupakan siswa salah satu SMKN di Garut ini, Jumat (3/7/2020)  sekitar pukul 14.30 WIB berangkat bersama sejumlah rekannya untuk mendaki dan berkemah di Gunung Guntur. Mereka tiba di Pos 3 Gunung Guntur, Kecamatan Tarogongkaler pukul 17.00 WIB dan berkemah di sana.

Namun pada Sabtu dini hari, tutur Deden, rekan-rekannya mendapatkan korban sudah tidak ada di tempat mereka beristirahat.
Rekan-rekan korban telah berusaha melakukan pencarian, tetapi hingga Sabtu siang korban tak juga berhasil ditemukan. 

"Kami baru menerima laporan pada Sabtu malam dan langsung mengirimkan tim," ujar Deden, Minggu (5/7), seperti dilansir VISI.NEWS.

Tim SAR Gabungan menurut Deden melakukan pencarian pada Minggu pagi mulai pukul 06.30 WIB. Upaya pencarian membuahkan hasil, yakni sekitar pukul 11.45 WIB,  tim SAR Gabungan berhasil menemukan Afrizal dalam keadaan selamat.

Deden menyebutkan, Afrizal  ditemukan di sekitar Pos 3 Gunung Guntur dan selanjutnya dievakuasi ke pos pendakian awal.

Diumpetin Jin

Entis Sutisna (61), penjaga tempat parkir sepeda motor di kawasan Gunung Guntur mengaku bahwa Afdizal ditemukan oleh dirinya serta dua orang anggota tim lainnya. Afrizal ditemukan tak jauh dari Pos 3, tepatnya di sumber air Cikole yang berada di bawah sebuah batu besar.

Saat ditemukan, Afrizal dalam kondisi tak berpakaian dan terlihat sangat lemas. Selain itu, di beberapa bagian tubuhnya juga terlihat luka diduga akibat tergores tanaman berduri yang banyak terdapat di kawasan tersebut.

"Saat akan melakukan pencarian, saya dan dua anggota tim lainnya memilih untuk menempuh jalur .yang berbeda dengan tim lainya. Kami sempat mengalami kelelahan dan putus asa setibanya di sekitar lokasi ditemukannya Afrizal," kata Entis.

Dituturkan warga Kampung Citiis, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogongkaler ini, saat itulah dirinya memutuskan untuk menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Entis pun kemudian memutuskan untuk melakukan tirakat dan tawasul. 

Entis pun kemudian menanyakan nama orang yang tengah dicarinya kepada anggota tim yang bersamanya. Setelah itu, Entis berteriak memanggil nama Afrizal hingga tiga kali.

"Saat itulah saya mendengar ada teriakan lain yang menjawab teriakan saya. Dengan dua orang anggota tim lainnya, saya pun mencari dan mendekati arah teriakan hingga akhirnya kami melihat seseorang yang terbaring lemas tanpa pakaian di dekat mata air Citiis, di bawah batu besar," kata Entis.

Masih menurut Entis, setelah dipastikan orang tersebut memang Afrizal, ia langsung memeluknya dan kemudian memberikannya pakaian. Setelah itu, bersama anggota tim Sar Gab lainnya, Entis memutuskan untuk mengantarkan Afrizal ke rumahnya dengan beberapa pertimbangan.

Diungkapkannya, ia pun sempat menanyakan kepada Afrizal kenapa sampai bisa terpisah dari teman-temannya dan berada di tempat tersebut. Afrizal mengaku dirinya sendiri tidak menyadarinya karena seingatnya dia sedang tidur ditenda bersama rekan-rekannya.

"Anehnya lagi, ia mengaku bisa melihat orang lain tapi ia tak bisa memanggilnya untuk minta tolong. Begitupun saat ia melambaikan tangan dengan tujuan agar bisa dilihat orang lain, anehnya tak ada seorang pun yang bisa melihatnya," ujar Entis.

Lebih jauh dikisahkan Entis, kejadian serupa juga pernah menimpa seorang pendaki sekitar 10 tahun yang lalu. Ia terpisah dari teman-temannya dan dinyatakan hilang selama 4 hari.

Saat ditemukan, tambahnya, pendaki yang insinyur itu juga dalam kondisi tak berpakaian dan kondisinya lemas. Menurut mitos yang dipercaya masyarakat sekitar,  mereka itu diumpetin oleh jin karena berkata 'sompral' dan melanggar larangan. (@fen) **

Sabtu, 04 Juli 2020

Museum Rasulullah Dibangun di Timbunan Lumpur Sungai di Ancol




Aktivitas bongkar muat tanah/lumpur dikawasan reklamasi Ancol Timur. Jakarta, Sabtu (4/7)./cnn indonesia/dhio faiz.

JAKARTA.- Pihak Ancol membenarkan proyek pembangunan Museum Rasulullah saw. akan berdiri di atas daratan buatan yang terbentuk dari tumpukan lumpur yang dikeraskan di sisi timur kawasan wisata.

Department Head Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari menyebut lumpur yang digunakan merupakan hasil pengerukan di sejumlah sungai di Jakarta.

"Tanah timbul yang ada memang merupakan area Ancol yang menjadi dumpsite tanah kerukan tiga belas sungai dan lima waduk di Jakarta yang juga akan dimanfaatkan sebagai lahan pembangunan Museum Rasulullah," kata Rika, Sabtu (4/7), seperti dilansir CNNIndonesia.com.

CNNIndonesia.com berkesempatan mendatangi lokasi "tanah timbul" tersebut. Letaknya sekitar dua kilometer dari Gerbang Pintu Timur Ancol, tepatnya di seberang Mal Ancol Beach City (ABC).

Di lokasi itu, sebagian laut telah diuruk menggunakan lumpur bercampur sampah. Belasan truk Pemprov DKI silih berganti melakukan bongkar muat lumpur. Ekskavator dioperasikan untuk mengaduk lumpur hingga mengeras.

Sekda DKI Jakarta Saefullah menyebut luasnya kurang lebih 20 hektare. Sebagian besar kawasan itu terdiri dari lumpur yang telah mengeras. Bahkan di beberapa titik terdapat bukit-bukit kecil.

"Pemanfaatan wilayah tanah yang terbentuk merujuk pada Kepgub dan semuanya sesuai yang tertulis di Kepgub tersebut," ucap Rika.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meneken Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dufan seluas 35 hektare dan Kawasan Taman Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas 120 hektar pada 24 Februari 2020.

Kepgub itu menjadi landasan hukum bagi Pemprov DKI melakukan reklamasi di pesisir Ancol. Beberapa fasilitas disebut akan didirikan di atas perluasan Ancol, seperti Masjid Apung, Museum Rasulullah, pusat pertemuan (MICE), dan wahana laut.

Museum Rasulullah sendiri adalah bentuk kerja sama antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan Liga Arab. Tempat tersebut akan jadi museum Nabi Muhammad saw. pertama di luar Arab Saudi.

Pembangunan museum itu dimulai sejak peletakan batu pertama, Rabu (26/2/2020). Acara itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Sekjen Liga Islam Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al Issa. (@fen) **

703.875 Calon Mahasiswa Ikut UTBK 2020

JAKARTA.- Minggu (5/7), calon mahasiswa baru melaksanakan ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Ujian ini dilaksanakan sebagai salah satu syarat lulus seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 202



UTBK 2020 diikuti oleh 703.875 peserta dari berbagai daerah menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi./ilustrasi/istockphoto/luminastock.

UTBK ini diikuti oleh 703.875 peserta dari berbagai daerah menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi.

UTBK 2020 dilaksanakan dalam dua tahap. UTBK tahap pertama yang berlangsung 5 hingga 14 Juli diikuti oleh 579.069 peserta dan UTBK tahap dua dari 20 hingga 29 Juli diikuti oleh 124.806 peserta. UTBK diselenggarakan di 74 pusat UTBK.

"Kami minta peserta untuk menaati protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK," kata Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo di Jakarta, mengutip CNNIndonesia.com dari Antara.

Saat melaksanakan UTBK semasa pandemi ini, setiap peserta harus menaati aturan kesehatan, antara lain memiliki suhu tubuh normal. Peserta yang menurut hasil pemeriksaan suhunya di atas normal tidak diperkenankan mengikuti ujian. Selain itu, orang tua atau orang yang mengantar peserta ke lokasi ujian dilarang turun dari kendaraan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Ketika melaksanakan UTBK, setiap peserta juga wajib mengenakan masker dan pelindung wajah untuk mencegah penularan Covid-19.

UTBK merupakan syarat untuk mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

UTBK 2020 dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama digelar 5 sampai 14 Juli 2020. Sementara itu, gelombang dua pada 20- 29 Juli 2020.

Peserta yang karena kondisi tertentu, seperti bencana, tidak bisa mengikuti UTBK tahap satu maupun dua, bisa mengikuti ujian pada 29 Juli sampai 2 Agustus 2020.

Sesi pertama dimulai pukul 09.00-11:15 WITA/WIB/WIT dan sesi kedua pukul 14:00-16:14 WITA/WIB/WIT. Satu sesi berlangsung 1 jam 45 menit.
Materi yang diujikan adalah tes potensi skolastik (TPS) dan tes potensi akademik (TPA). Nilai UTBK ini menjadi salah satu syarat untuk lulus SBMPTN. (@fen)**

Gelar Lanjutan Liga 1 2020 di Jabar, Emil Bergantung pada Epidemologis

BANDUNG.- Peluang Jawa Barat untuk menjadi pusat pertandingan Liga 1 2020 terbuka lebar. Selain Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah berakhir, Jabar memiliki banyak Stadion




Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil./bolaskor.com/gigi gaga.

Mulai Stadion si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Gelora Bandung Lautan Api (Kota Bandung), Pakansari (Kabupaten Bogor), Wibawa Mukti (Kabupaten Bekasi), dan Patriot Candrabhaga (Kota Bekasi).

Meski demikian, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil belum bisa menanggapi hal itu. Sebab beberapa daerah masih memiliki kasus penyebaran virus corona (Covid-19) yang cukup tinggi.

"Kalau saya patokannya epidemologis, bukan gimana-gimana. Kalau stadionnya misalnya ada di zona yang tidak memungkinkan, pasti kami tidak bisa mengizinkan juga," kata Ridwan Kamil.

"Tapi kan sekarang PSBM (pembatasan sosial berskala mikro). Mungkin si Kotanya ada di zona kuning, tapi Stadionnya ada di kelurahan zona biru atau hijau berarti boleh," kata Ridwan Kamil di Graha Persib, Sulanjana, Bandung, seperti dilansir BolaSkor.com.

Apalagi, lanjut Ridwan Kamil jika PSSI memperbolehkan pertandingan digelar dengan disaksikan penonton. Tentu perlu memperketat protokol kesehatan.

"Yang jadi masalah nanti bagaimana mengatur penonton. Itu yang paling sulit. Kalau di luar negeri kan tanpa penonton dulu kan," tuturnya

Karena itu, pria yang akrab disapa Emil ini hanya akan menjadikan epidemologi sebagai patokan, apabila Jawa Barat ditunjuk sebagai pusat pertandingan Liga 1 2020.

"Kuncinya, saya patokannya sama, epidemologi sebagai patokan mengukur boleh tidaknya sebuah tempat, mau fasilitas olahraga atau bukan," pungkasnya. (@fen) **


CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...