SAKING gedenya cita-cita Kang Tata untuk jadi penyanyi kondang, dalam angen-angennya tercanang kebulatan tekad yang takkan dibenjolkan lagi.
Ia ingin seperti idolanya Iwan Fales, malah ingin mengunggulinya sehingga di negeri yang masyarakatnya tengah gandrung yang sarwa aheng, sarwa demam modernisasi ini, hanya Kang Tata sendirilah yang harus unggul.
Makanya, tak heran kalau detik demi detik, menit demi menit, Kang Tata begitu anteng dengan gitarnya layaknya sebagai bini.
Kalau Iwan Fales kesohor dengan lagunya "Mata Dewa", "Bento", dan "Kantata Taqwa", Kang Tata pun tak cicingeun. Ia sibuk berkreasi, mencipta lagu dengan napas religius macam "Kantata Taqwa"-nya Iwan Fales.
Tak aneh lagi kalau Kang Tata menambah namanya yang pendek sedikit rada panjang, yakni jadi Kang Tata Takwa. Dan cap itu mujarab juga untuk menarik sumbangan dari para dermawan, baik yang rela maupun yang terpaksa karena watir melihat Kang Tata berngamenria.
Lalu, demi menyimak Iwan Fales yang sukses dengan lagu "Bento", Kang Tata Takwa pun tak mau eleh geleng, meski tak berati lantas ia ngajolopong di rel KA untuk dilindas KA.
Mujur, inspirasi lagu pun datang ketika dia sedang ngendon di WC. Ya, tiba-tiba pantatnya yang sedang ngaheujeun digigit nyamuk atah adol sehingga kulitnya mendadak menjendol alias bentol.
"Horeeeee....dewek dapat ide!" teriaknya.
Saat itu juga dia langsuung memburu kamarnya, tak peduli sang pantat yang masih rametek. Itu karena ia saking bungah mendapat inspirasi lagu anyarnya yang berjudul "Bentol". (bersambung) **
Tidak ada komentar:
Posting Komentar