Iklan 8

Senin, 14 Juni 2021

CERITANYA ARTIS: Kang Tata, Béntol (3)

JRENG, jreng, jreng gitar dipetik. Lagu yang punya judul  "Béntol" siap dikumandangkan di hadapan publik tingkat RW ketika diselenggarakan malam hiburan Agustusan.

Penonton bersukaria, melontarkan yel-yel histeris yang membuat Kang Tata Takwa terasa miris, meringis, bercampur muriang panas tiris.

Tapi tekadnya begitu kuat untuk mempublikasikan lagu "Béntol"-nya, lebih jauhnya siapa tahu ada produser rekaman yang nyasar, kelak dapat mengajak Kang Tata Takwa untuk rekaman.

Maka di panggung Agustusan itu, senandung "Béntol" pun dinyanyikan Kang Tata dengan amat menjiwai.

"Béntoool...duh asyiknya punya béntol
menyendol segede jéngkol
kalau punya béntol jangan ditakol
biarkanlah asyik menjendol

Ooooh.....béntol
Anak muda, lebih baik garuk béntol
ketimbang nenggak alkohol

Néng Asih perawan bahénol
perutnya dumadak béntol
kenak tembak.....konciiiii......!"

"Hidup Kang Tata Takwa Béntol, hiduuuup.....!"

Yel-yel penonton kian bergema. Tak ketulungan lagi. Saking antusiasnya aplus penonton, beberapa lemparan botol bertubi-tubi menghunjam muka Kang Tata.

Suasana makin kisruh. Pertunjukan pun akhirnya dihentikan karena muka Kang Tata sudah bénjol. Petugas keamanan gasik menolong. Kang Tata dibopong hansip. Dalam keadaan setengah sadar, Kang Tata Takwa ngaharéwos ka hansip.

"Daripada jadi artis penyanyi dengan risiko muka bénjol, mending jadi tukang céndol!" (habis/tulisan ini telah dimuat di HU Galamedia dalam rubrik Galaria/Sketsa Artis, edisi Minggu, 16 September 1990) ** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARNYAM SARWA "A", Gara-gara Randa Anyar (5) Nyacampah Garwa

Foto: kreasi Dola AI "Haaaar.....naha kalah ngabarakatak?" "Nya ngabarakatak Bah, masa Abah-abah ngajakan garwaan...